Picture
Pendahuluan
Wrinkles dalam bahasa Indonesia adalah kerutan di kulit.  Kerutan di kulit ini biasa secara normal ditemukan pada kulit yang sehat sekali pun, bahkan bayi yang baru lahir pun ada kerutan di kulitnya terutama pada bagian persendian.  Sedangkan pada orang tua, kerutan terjadi seiring dengan bertambahnya usia.  Kerutan tidak dapat hilang secara spontan.

Fakta Tentang Wrinkles
  • Kerutan di kulit cendrung timbul pada area di mana terdapat kontraksi otot di bawah permukaan kulitnya.  Misalnya di dahi, seputar mata, dll.
  • Kerutan kulit terkait dengan genetik dan ras.
  • Orang Afrika mengalami kerutan lebih sedikit dari pada orang kulit putih.  Orang Asia ada di tengah-tengah.
  • Kerutan di kulit dapat menggambarkan usia seseorang.
  • Kerutan dapat terjadi lebih cepat pada orang yang sering terkena sinar matahari dan terpaan asap rokok.
  • Ada penelitian di Inggris yang dapat mendeteksi kesehatan paru-paru seseorang dilihat dari kerutan di kulitnya.
  • Stress juga dapat membuat kulit seseorang mudah timbuk kerutan.

Picture
Dengarkan rekaman radio talk show untuk topik ini; click di sini.


Penyebab & Terjadinya Wrinkles
  1. Pada proses penuaan yang fisiologis (normal), kerutan terjadi karena adanya perubahan struktural dari kolagen (jaringan elastis) dalam jaringan kulit yang disebut sebagai suatu elastotic degeneration.
  2. Paparan asap rokok membuat ketahanan kulit terhadap proses peremajaan terganggu sehingga mudah untuk terjadi kerutan.
  3. Stress yang tinggi membuat hormon stress seperti cortisol akan selalu tinggi dalam tubuh. Hormon stress ini akan mengganggu peremajaan kulit (bahkan semua sistem di tubuh) sehingga membuat kulit mudah untuk membentuk kerutan.
  4. Cellulite, sebenarnya juga suatu kerutan di kulit, yang lebih sering terjadi pada wanita dari pada pria.  Kejadiannya terkait oleh obesitas yang sering terjadi pada panggul dan Pantat.  Kulit yang terkena terlihat seperti kulit jeruk.  Kejadian cellulite terkait dengan jaringan lemak yang ada di bawah kulit.

Kapan Mencari Pertolongan Medis
Karena kerutan di kulit tidak terkait terhadap kondisi kesehatan seseorang, maka bukan merupakan suatu kedaruratan medis.  Namun ada kalanya dapat menjadi suatu “bencana” bagi yang mengalaminya.  Jadi Anda dapat mencari pertolongan medis bila:
  1. Bila Anda merasa terganggu terhadap kerutan di kulit Anda.
  2. Bila kerutan di kulit Anda menjadi masalah sosial dan mengganggu pekerjaan serta penampilan keseharian Anda.

Penanganan Wrinkles
Penanganan dari kerutan di kulit merupakan suatu prosedur kosmetik di dunia kedokteran kulit.  Prosedur kosmetik ini dibagi menjadi 4 kelompok dan pemilihannya sangat tergantung dari lokasi kerutan, apa yang ingin dicapai, dan dana yang tersedia.  Empat kelompok itu sbb.:
  1. Mem-paralysis-kan otot superficial pada muka
  2. Mengisi bagian yang lebih rendah pada kerutan sehingga menjadi rata.
  3. Merubah properti alamiah dari kolagen dengan cara pemberian obat atau tindakan operasi.
  4. Membuang kelebihan kulit pada kerutan dengan suatu tindakan pembedahan.

Botox / Dysport / Xeomin / Myobloc
Metoda ini tergolong baru, yaitu dengan menggunakan toxin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum.  Sifat dari toxin ini adalah membuat sebagian dari otot menjadi paralysis (lumpuh).  Dengan teknologi saat ini, kita dapat memurnikan toxin ini dan dengan dosis yang telah diencerkan sedemikian rupa sehingga dapat disuntikkan pada bagian otot tertentu sehingga tidak terjadi kontraksi yang secara otomatis menghilangkan kerutannya.  Suntik toxin ini dilakukan setiap dua sampai tiga bulan sekali.  Efek samping yang dapat terjadi adalah terjadi kelumpuhan pada kulit yang salah, tapi untungnya efek dari toxin ini hanya temporary saja (2-3 bulan).  Saat ini sedang dilakukan penelitian untuk membuatnya menjadi sediaan cream yang dapat dilakukan sendiri oleh pasien di rumah.
Picture
Fillers and Elevators
Dari namanya jelas bahwa metodenya adalah dengan mengisi bagian yang lebih rendah pada suatu kerutan.  Metoda ini dapat dilakukan dengan berbagai cara dan terus berkembang.  Apa pun pilihannya metoda ini dilakukan dengan cara disuntikkan dan interval khusus dan terkadang masih ada laporan terjadinya efek yang tidak diinginkan.  Beberapa dari metoda ini di antaranya adalah:
  1. Mengisi kerutan tersebut dengan jaringan lemak dari pasien sendiri (autologous fat grafting).
  2. Menggunakan collagen
  3. Menggunakan hyaluronic acid
  4. Menggunakan lactic acid
  5. Menggunakan hydroxyl apatite
Namun ada dua cara yang harus dihindari dan dapat menjadi bahaya yaitu menggunakan silicone dan mineral oil.

Collagen Transformation
  • Salah satu caranya adalah dengan menggunakan analog dari vitamin A yang dapat menginduksi fibroblast untuk mensintesis kolagen baru di kulit.  Efek ini dapat muncul setelah pemakaian jangka panjang.  Ketersediaan metoda ini cukup luas dan dapat dibeli bebas di apotek.  Namun hanya dapat menghilangkan kerutan yang kecil saja terutama akibat paparan sinar matahari.  Sarat keberhasilan metoda ini adalah menghindari terkena paparan sinar matahari lanjutan, karena kalau tidak, maka akan sia-sia.
  • Cara lainnya adalah dengan tindakan bedah dengan metoda penggunaan laser, dermabrasion, dan chemical peeling.  Yang terjadi adalah secara sengaja merusak jaringan kulit sehingga terbentuklah fibroblast yang kemudian mensintesis kolagen baru di kulit.
  • Yang paling mutakhir adalah penggunaan radio frequency (Polaris WR and Thermage), serta penggunaan alat ultrasound.  Metoda ini dapat menghilangkan kerutan yang kecil.  Yang terjadi adalah metoda ini memanaskan collagen sampai dengan terjadi denaturasi dari protein sehingga menciut.

Tindakan Bedah
Yang dilakukan adalah membuang kelebihan kulit pada kerutan sehingga yang tertinggal adalah kulit yang kencang.  Metoda ini dilakukan di ruang operasi dengan narkosa umum (bius total).  Bila dilakukan oleh dokter yang ahli, hasilnya dapat sangat baik.  

Pencegahan Wrinkles
  1. Bila memang ada faktor keturunan, akan sangat sulit untuk mencegahnya.
  2. Namun bila penyebabnya karena faktor ekstrinsik seperti paparan sinar matahari, maka cara pencegahannya adalah hindari paparan sinar matahari yang mengandung sinar UV berpanjang gelombang yang pendek (yaitu di siang hari).
  3. Mengkonsumsi vitamin D setiap hari (1000 IU)
  4. Cukupkan konsumsi buah-buahan, karena buah-buahan mengandung banyak zat yang dibutuhkan oleh kulit.
  5. Hindari Stress
  6. Hindari asap rokok, karena asap rokok mengandung banyak zat yang dapat merusak kulit dan menghilangkan kecerahan kulit.





Leave a Reply.