Picture
Pendahuluan
Heat exhaustion atau “lemas karena kepanasan” dan heat stroke atau “sengatan panas” merupakan kejadian yang dapat sampai mengancam jiwa. Dalam keseharian bila sedang beraktivitas terutama berolah raga pada siang hari di tempat terbuka, seseorang dapat mengalami heat exhaustion dan heat stroke ini. Secara definisi, heat exhaustion adalah kondisi ketika tubuh menjadi terlalu panas yang terjadi akibat gagalnya mekanisme pendinginan pada tubuh untuk mempertahankan suhu inti normal dari tubuh (body core temperature). Bila kondisi heat exhaustion tidak terkoreksi dan terus berlangsung, maka akan berkembang menjadi heat stroke yang merupakan kasus kegawatdaruratan karena dapat merusak organ dan menyebabkan kematian.
 
Fakta Tentang Heat Exhaustion & Heat Stroke
  • Heat stroke juga memiliki nama lain yaitu sunstroke (sengatan matahari) dan hyperthermia.
  • Batasan suhu untuk heat stroke adalah 40 derajat C untuk dewasa dan 40.5 derajat C untuk anak-anak.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk kembali normal (recovery) dari heat stroke bisa sampai 2 bulan bahkan sampai 1 tahun.
  • Manula, wanita hamil, dan anak-anak usia balita termasuk yang beresiko tinggi bila terkena heat stroke.
  • Rata-rata 37 anak di AS meninggal per tahun karena heat stroke, sebagian besar karena ditinggal baik sengaja atau tidak sengaja di dalam mobil yang sedang berhenti tanpa pendingin.

Penyebab Heat Exhaustion & Heat Stroke
Penyebab utama dari heat exhaustion yang dapat berkembang menjadi heat stroke adalah gagalnya mekanisme pendinginan tubuh untuk menjaga suhu inti yang normal. Tubuh menggunakan mekanisme berkeringat untuk mendinginkan suhu bila terlalu panas. Jadi gagalnya tubuh untuk cukup berkeringat dalam kondisi yang panas dapat menyebabkan heat exhaustion. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkannya:
  1. Olah raga yang terlalu berat dalam kondisi lingkungan yang panas.
  2. Beraktivitas fisik atau berolah raga menggunakan baju yang menghalangi tubuh untuk berkeringat normal.
  3. Berada di dalam kendaraan dalam kondisi berhenti tanpa pendingin.
  4. Kondisi dehidrasi.
  5. Sunburn atau terbakar matahari saat berjemur.
  6. Intake alkohol (kadar alkohol yang tinggi dalam darah).
  7. Efek samping obat terutama diuretik (yang membuat banyak kencing).
 
Tanda dan Gejala Heat Exhaustion & Heat Stroke
Orang yang mengalaminya, ketika suhu inti tubuh mencapai 40 derajat C untuk dewasa dan 40.5 derajat C untuk anak-anak bisa mengeluhkan sebagian atau seluruh dari tanda dan gejala berikut: 
Ketika kondisi terus-terusan terjadi tanpa terkoreksi, maka gejala akan berkembang menjadi:
  • Denyut jantung meningkat (palpitasi)
  • Nafas memburu
  • Tubuh berhenti berkeringat
  • Kulit terasa panas dan kering, bisa juga memerah
  • Bingung dan hilang konsentrasi, pada balita akan menjadi sangat rewel
  • Berhalusinasi
  • Kejang
  • Tekanan darah turun, bisa menjadi sangat rendah
  • Pusing sampai dengan pingsan
  • Terjadi kerusakan organ, coma, lalu kematian.
Baca artikel lainnya di Blog Dr. Indra K. Muhtadi
Kapan Mencari Pertolongan Medis
Bila terjadi gejala lanjutan dari heat exhaustion maka yang bersangkutan harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan.
 
Penegakan Diagnosis Heat Exhaustion & Heat Stroke
Tidak ada pemeriksaan penunjang yang spesifik untuk menegakkan diagnosis heat exhaustion & heat strokes. Diagnosis ditegakkan dokter dari anamnesis dan pemeriksaan fisik serta mengukur suhu inti tubuh. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter bisa saja meminta dilakukan pemeriksaan lainnya untuk menilai kondisi dan memantau fungsi organ dan sistem di dalam tubuh. Pemeriksaan yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan darah dan urin. Bila terjadi heat stroke maka akan ditemukan ketidaknormalan elektrolit di dalam tubuh, adanya tanda-tanda kerusakan liver, dan rhabdomyolysis atau tanda-tanda penguraian otot dan atau kerusakan ginjal. Pemeriksaan lanjutan menggunakan X-ray, CT scan dan MRI bisa dilakukan untuk menilai kerusakan organ yang terjadi.
 
Penanganan Heat Exhaustion & Heat Stroke
Dilakukan Sendiri
Tindakan penanganan heat exhaustion harus dilakukan sesegera mungkin dengan cara:
  • Amankan penderita dari lingkungan yang panas, seperti pindah ke tempat yang teduh.
  • Ambil posisi berbaring dengan tungkai lebih tinggi dari badan.
  • Lepas pakaian yang diduga menghambat terjadinya penguapan atau yang menghalangi tubuh berkeringat.
  • Gunakan kipas angin atau mandi dengan air yang dingin.
  • Atau berikan kompres es pada kepala, leher, ketiak, dan selangkangan.
  • Berikan minuman yang dingin, lebih diutamakan minuman berelektrolit.
 
Dilakukan Dokter
Bila sudah terjadi heat stroke waktu emas (golden period) untuk memberikan pertolongan adalah dalam 60 menit pertama.
  • Bila pasien harus dirawat di RS, dokter akan memasangkan jalur infus dan memberikan cairan intra vena kepada penderita untuk mencegah atau men-terapi kondisi dehidrasi dan kerusakan organ.
  • Dokter akan mengatasi segala keluhan yang mungkin muncul, termasuk memberikan anti kejang, bila pasien dikhawatirkan akan kejang.
 
Prognosis Heat Exhaustion & Heat Stroke
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, heat exhaustion memiliki prognosis yang baik. Tapi bila sudah terjadi heat stroke, pemulihan memerlukan waktu 1-2 hari di rumah sakit. Dan bisa lebih lama lagi bila sudah terjadi kerusakan organ. Kondisi pulih sempurna dari heat stroke bisa memakan waktu dari 2 bulan bahkan sampai 1 tahun. Prognosis bisa menjadi lebih buruk lagi bila sudah terjadi kerusakan ginjal, liver, dan paru-paru.
 
Pencegahan Heat Exhaustion & Heat Stroke
  1. Hindari berolah raga di luar ruangan bila kondisi sangat panas.
  2. Hindari berolah raga di dalam ruangan yang tidak memiliki ventilasi atau sistem pendingin ruangan.
  3. Jangan menggunakan baju yang bisa menahan terjadinya penguapan.
  4. Jangan berada di dalam mobil sangat lama dalam kondisi berhenti tanpa sistem pendingin.
  5. Hindari berjemur terlalu lama dan jangan sampai terjadi sunburns.
  6. Bila akan beraktivitas di luar ruangan, usahakan untuk memakai pakaian berwarna putih atau warna cerah lainnya dan pilihlah pakaian relatif yang longgar.
  7. Minumlah yang cukup banyak, terutama bila memang banyak keringat yang keluar, terutama minuman berelektrolit.
  8. Hindari konsumsi alkohol.
  9. Manula, wanita hamil, dan anak balita, harus senantiasa menggunakan pelindung kepala seperti topi atau payung bila harus terkena sinar matahari dalam waktu lama, apa lagi dalam kondisi lingkungan yang panas.
  10. Bila sedang beraktivitas fisik dan terjadi tanda-tanda seperti di atas, hentikan segera aktivitas dan berisirahatlah. Bila perlu segeralah mencari pertolongan medis.
IKM 2016-09



Leave a Reply.