Dr. Indra K. Muhtadi - "dokter plus"
  • Home
    • My Curriculum Vitae
    • Dr. Indra on Media
  • What's New
  • Health & Wellness Influencer & Motivator
    • Retirement Preparation from Health Point of View
    • Stres untuk Hebat
    • Health Topic Seminars
    • The Secret of Healthy Life Style
    • Company Health Management
    • Stop Smoking Course
    • Quality Service Excellent
    • Change Leadership Training and Self Improvement
    • Smile in Assertive Communication
    • Assertive Communication Skills
    • Employee Counseling for Productivity
    • Managerial Skills and Self Leadership Skills
    • Motivation and Job Satisfaction
  • Dr. Indra's Books
    • Book: "SEHAT untuk HEBAT"
    • Book: "STRES untuk HEBAT"
    • Book: "Revolusi Mental"
  • Blog: Medical Articles
    • Blog Index (A to Z)
    • Blog Index (by category)
    • Blog Articles: 2025
    • Blog Articles: 2024
    • Blog Articles: 2023
    • Blog Articles: 2022
    • Blog Articles: 2021
    • Blog Articles: 2020
    • Blog Articles: 2019
    • Blog Articles: 2018
    • Blog Articles: 2017
    • Blog Articles: 2016
    • Blog Articles: 2015
    • Blog Articles: 2014
    • Blog Articles: 2013
    • Blog Articles: 2012
    • Blog Articles: 2011
    • Blog Articles: 2010
  • Health Consultant (Praktek)
    • Location
    • Adult Vaccination
  • Health Tips Video
  • Health Calculator
    • BMI Calculator
    • Advanced BMI Calculator
    • BMI Calculator for Children
    • Ideal Body Weight Calculator
    • Exercise Calorie Calculator
    • Daily Calorie Calculator
    • Liquid Calorie Calculator
  • Health Pictures
  • My Travel and Other Blog
  • ABN Group
  • References & Partners
  • Contact Me

Topik ke-559: Healthy Scam, Makanan yang Membuat Kita Tertipu

12/12/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Di era sekarang, makin banyak kemasan makanan dan minuman yang menyematkan klaim seperti “sehat”, “rendah lemak”, “rendah gula”, “organik”, “snack sehat”, “fit”, “nutritious”, dan berbagai embel-embel positif lainnya. Kenyataannya justru banyak produk yang tampak sehat ternyata masuk kategori Ultra-Processed Food‎ (UPF), alias makanan ultra-olahan. Menurut definisi, UPF adalah makanan olahan secara industri dengan banyak proses dan tambahan bahan seperti gula tambahan, garam, lemak, perasa, pengawet, pewarna, dan zat tambahan lainnya. Produk seperti cemilan siap makan, minuman manis, makanan cepat saji, snack kemasan, dan makanan beku termasuk ke dalam kelompok ini.

Label Sehat Isi Bermasalah
Masalahnya, meski dikemas dengan label “sehat”, banyak UPF tetap mengandung kadar gula, garam, dan lemak tinggi, namun miskin vitamin, serat, dan nutrisi penting lainnya. Selain itu, banyak klaim kesehatan pada kemasan justru menimbulkan efek “health halo”, dimana konsumen menganggap produk lebih sehat daripada kenyataannya. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa klaim nutrisi di kemasan tidak selalu mencerminkan kualitas gizi sesungguhnya. Singkatnya, label “sehat” tidak menjamin makanan itu memang sehat dalam perspektif jangka panjang. Karena meskipun “sehat”, makanan ultra-olahan tetap bisa membawa risiko jangka panjang bagi kesehatan. Ini jadi paradoks, dimana banyak orang memilih UPF karena dianggap praktis dan sehat, tapi dalam jangka panjang, dampaknya bisa merugikan.


Read More
0 Comments

Topik ke-558: Kedokteran Integratif, Menjembatani Medis Modern & Pendekatan Holistik

28/11/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Di pelayanan kesehatan modern, sebagian besar orang Indonesia memiliki pemahaman bahwa ketika sakit, jawab-annya pasti ada pada kedokteran konvensional, yaitu melalui konsultasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penun-jang, obat, dan bila perlu tindakan. Tidak ada yang salah dengan konsep tersebut. Itulah fondasi pelayanan kesehat-an modern saat ini. Namun, perkembangan ilmu pengeta-huan menunjukkan bahwa kesehatan manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar menangani gejala. Banyak pasien yang sudah menjalani berbagai pemeriksaan, obat-obatan, bahkan terapi jangka panjang, namun merasa belum mendapatkan peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Mereka tidak sedang mencari pengobatan alternatif, bukan pula ingin meninggalkan medis modern. Yang mereka cari adalah pendekatan yang lebih menye-luruh, yang tidak hanya berbicara soal gejala, tetapi siapa manusia yang sedang mengalami gejala tersebut.

Mengenal Kedokteran Integratif
Kedokteran integrative atau integrative medicine, adalah sebuah konsep yang menjadi jembatan dengan pendekatan memadukan kekuatan kedokteran konvensional pelayanan tambahan yang evidence-based atau berdasar bukti. Tujuannya untuk memberikan perawatan yang lebih utuh, komprehensif, dan berpusat pada manusia, bukan hanya penyakitnya. Kedokteran integratif bukan pengganti kedokteran konvensional. Bukan pula pengobatan alternatif. kedokteran integratif berdiri di atas fondasi kedokteran modern, tetapi diperluas agar lebih sesuai dengan kebutuhan manusia masa kini yang serba kompleks.


Read More
0 Comments

Topik ke-557: Pentingkah 10.000 Langkah, Sains atau Hype!

22/11/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Beberapa tahun terakhir, hampir semua perangkat kesehatan yang kita pakai seperti fitness tracker, smartwatch (jam pintar), atau aplikasi ponsel, selalu menampilkan satu angka ajaib: 10.000 langkah per hari. Slogan ini terlihat di iklan, poster gym, bahkan caption media sosial. Banyak yang menganggapnya sebagai “gold standard” kesehatan harian. Seolah-olah kalau belum mencapai 10.000 langkah, hari itu dianggap gagal. Pertanyaannya: Apakah 10.000 langkah benar-benar penting secara ilmiah? Atau ini hanya sekadar marketing hype yang kebetulan diterima publik dan akhirnya dipercaya sebagai “kebenaran”?

Sejarah Datangnya 10.000 Langkah
Sejarah asal-muasal datangnya 10.000 langkah ternyata bukan berasal dari ahli fisiologi, bukan dari WHO, bukan pula dari penelitian medis. Ia berasal dari kampanye pemasaran produk pedometer (alat pengukur langkah) di Jepang, bernama Manpo-kei. Man artinya 10.000, po artinya langkah, dan kei artinya pengukur. Jadi bila diterjemahkan secara harfiah berarti “pengukur 10.000 langkah”. Pada tahun 1964, Jepang menyelenggarakan Olimpiade Tokyo. Pada era itu, aktivitas fisik menjadi tren nasional. Sebuah perusahaan bernama Yamasa Clock menciptakan pedometer komersial dan menamai produknya Manpo-Kei. Angka 10.000 dipilih karena sederhana, bulat, mudah diingat, dan terlihat meyakinkan.


Read More
0 Comments

Topik ke-556: Jenis-Jenis Gula dalam Makanan Kita

14/11/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Di Indonesia, kita hidup di tengah budaya kuliner yang manis. Dari teh manis, es kopi susu kekinian yang manis, martabak manis, hingga sambal botolan dan berbagai macam saus dan dressing. Gula ada di mana-mana. Kita bahkan menikmati gula tanpa sadar, karena banyak sekali makanan yang tidak terasa manis, tapi diam-diam mengandung gula tambahan. Di sisi lain, masalah kesehatan akibat konsumsi gula berlebih semakin meningkat, seperti diabetes, obesitas semakin umum, dan penyakit seperti fatty liver kini ditemukan bahkan pada orang yang tidak minum alkohol. Di tengah fenomena ini, muncul banyak kebingungan dan banyak pertanyaan tentang gula di dalam makanan kita.

Gula, Kawan Karib yang Sering Menjebak
Pertanyaan yang sering muncul seperti: Apakah fruktosa itu “gula buah yang sehat”? Apakah madu lebih baik dari gula pasir? Apa bedanya gula aren, gula merah, dan brown sugar? Bagaimana dengan pemanis rendah kalori seperti stevia atau sucralose? Dan mana yang sebenarnya lebih berbahaya untuk tubuh? Untuk menjawabnya maka harus dipahami dulu mengenai gula yang sangat banyak terdapat di dalam makanan keseharian kita, termasuk di Indonesia. Karena yang paling berbahaya adalah apa yang kita tidak tahu. Dan walaupun rasanya manis dan menenangkan, tapi kawan karib yang menemani kita sehari-hari ini sering menjadi jebakan kesehatan tubuh kita.


Read More
0 Comments

Topik ke-555: Aneurisma Otak, Ancaman Sunyi di Dalam Kepala

7/11/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Ketika berbicara mengenai penyakit yang menyerang otak, sebagian besar orang langsung memikirkan stroke. Terutama di Indonesia, kata “stroke” sudah sangat akrab di telinga masyarakat. Banyak keluarga memiliki anggota yang pernah mengalami stroke, dan dampaknya sering terlihat nyata: kelemahan tubuh, sulit bicara, penurunan kognitif, gangguan daya ingat, hingga perubahan kepribadian. Namun ada satu kondisi lain yang tidak kalah berbahaya, tetapi jauh lebih “diam” dan sering tidak diketahui hingga sudah terlambat. Kondisi itu adalah aneurisma otak, ancaman yang terjadi secara diam-diam di dalam kepala.

Mengenal Aneurisma Otak
Aneurisma otak adalah pelemahan pada dinding pembuluh darah di dalam otak yang membuat pembuluh tersebut menggembung seperti balon kecil berisi darah. Selama ia belum pecah, seseorang dapat hidup bertahun-tahun tanpa gejala sama sekali. Tidak ada sakit kepala yang khas, tidak ada gangguan panca Indera, tidak ada kelemahan tubuh, tidak ada tanda peringatan yang jelas. Hidup berjalan seperti biasa. Sampai suatu hari, secara tiba-tiba, aneurisma tersebut pecah dan menyebabkan perdarahan otak. Lalu berubah menjadi kedaruratan medis yang memerlukan penanganan cepat, karena setiap menit yang berlalu dapat menentukan apakah seseorang dapat diselamatkan, atau apakah ia akan hidup dengan kecacatan permanen, bahkan kematian.


Read More
0 Comments

Topik ke-554: Rahasia Hubungan Perut dan Suasana Hati

24/10/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernahkah Anda merasakan butterflies di perut saat grogi, atau perut “mulai protes” saat stres kerja menumpuk? Banyak dari kita pernah, dan itu bukan sekadar ungkapan. Dalam beberapa dekade terakhir, ilmu pengetahuan menunjukkan ada komunikasi intens antara perut dan otak melalui jalur yang disebut “gut–brain axis”. Menariknya, sebagian besar serotonin, neurotransmitter yang populer juga disebut “hormon bahagia,” dihasilkan oleh sel yang berada di saluran cerna, bukan oleh otak itu sendiri. Ini menjelaskan mengapa gangguan pencernaan sering berjalan beriringan dengan gangguan suasana hati. Ketika “ekosistem” di perut terganggu, sinyal yang dikirim ke otak juga berubah. Lalu sebaliknya, stres atau kecemasan dapat mengubah fungsi pencernaan.
 
Sistem Pencernaan dan Mikrobiota
Sistem pencernaan ternyata bukan hanya saluran mekanis untuk memproses makanan. Di dalam usus hidup triliunan mikroorganisme, komunitas yang disebut mikrobiota usus yang berperan pada pencernaan, sintesis vitamin, regulasi imun, dan produksi banyak molekul bioaktif. Komposisi mikrobiota berbeda tiap orang, dipengaruhi pola makan, lingkungan, usia, penggunaan obat (mis. antibiotik), hingga status gizi. Beberapa fungsi penting mikrobiota:


Read More
0 Comments

Topik ke-553: Diet Menurunkan Trigliserida

17/10/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Trigliserida (atau triglycerides) adalah jenis lemak yang beredar dalam darah dan disimpan dalam sel lemak. Tubuh butuh trigliserida sebagai cadangan energi contohnya saat kita berpuasa atau beraktivitas tinggi. Tapi kalau kadarnya terlalu tinggi, bisa menjadi masalah besar, yang dapat memperburuk kontrol gula darah dan meningkatkan risiko penyakit kencing manis. Juga meningkatkan risiko penyakit jantung, pankreatitis (radang pankreas), dan penyakit hati berlemak (NAFLD/non-alcoholic fatty liver disease). Banyak orang di dunia termasuk di Indonesia tidak sadar bahwa trigliseridanya sudah tinggi, karena seringkali tidak ada gejala yang jelas. Kabar baiknya, kadar trigliserida bisa diturunkan secara alami dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup. Diet untuk menurunkan trigliserida harus dimulai dengan memahami bagaimana tubuh memetabo-lisme karbohidrat, lemak, dan alkohol yang berperan besar dalam pembentukan trigliserida dalam darah.

Mekanisme Biologis Trigliserida Bisa Tinggi
Kadar normal trigliserida dalam darah puasa menurut banyak panduan adalah < 150 mg/dL. Kadar tingginya dibagi dalam 3 kategori:
  • 150–199 mg/dL = borderline tinggi
  • 200–499 mg/dL = tinggi
  • ≥ 500 mg/dL = sangat tinggi
Diet dan gaya hidup bisa memengaruhi trigliserida, dengan mekanisme:


Read More
0 Comments

Topik ke-552: Matcha, Lebih dari Sekedar Minuman Hijau Kekinian

3/10/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Beberapa waktu terakhir, kita melihat gelombang tren baru di dunia minuman, termasuk di Indonesia. Jika dulu kafe identik dengan kopi, kini pilihan menu sering menampilkan satu minuman hijau yang sedang naik daun: matcha. Matcha hadir dalam bentuk latte, es krim, kue, pancake, hingga minuman kekinian dengan topping boba. Di kota-kota besar Indonesia, minuman matcha kerap menjadi menu favorit anak muda. Popularitasnya tidak terlepas dari pengaruh budaya Jepang yang semakin dikenal lewat anime, dorama, kuliner, dan tren gaya hidup sehat. Matcha, yang dulu identik dengan upacara minum teh di Kyoto, kini telah menjadi bagian dari urban lifestyle masyarakat Indonesia. Apakah matcha benar-benar sehat, atau hanya tren gaya hidup yang dipoles dengan label “superfood”?

Sejarah dan Filosofi Matcha
Untuk memahami matcha, kita perlu kembali ke akar sejarahnya. Matcha berasal dari Jepang, namun sebenarnya benihnya datang dari Tiongkok pada abad ke-9. Seorang biksu Zen bernama Eisai membawa biji teh hijau ke Jepang pada abad ke-12, lalu mengembangkan tradisi minum teh sebagai bagian dari meditasi. Dalam tradisi Jepang, matcha tidak sekadar minuman. Ia bagian dari chanoyu, upacara minum teh yang sarat filosofi. Matcha dipandang sebagai simbol keharmonisan, kesederhanaan, ketenangan, dan penghormatan terhadap alam. Bahkan sampai hari ini, upacara minum teh masih dilakukan di Jepang terutama di Kyoto, lengkap dengan pakaian kimono, tatami, dan ritual penuh makna. Di Indonesia, tentu saja kita tidak memandang matcha dengan cara yang sama. Kita lebih mengenalnya sebagai minuman segar, enak, dan “instagramable”.


Read More
0 Comments

Topik ke-551: Emotional Eating, Mengapa Kita Lapar pas Lagi Stres

23/9/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernahkah Anda membuka lemari tempat penyimpanan makanan lalu mengemil makanan ringan, atau menghabis-kan sebungkus coklat ketika sedang jengkel, sedih, bosan, atau sedang merayakan sesuatu? Jika iya, Anda tidak sendirian. Banyak orang memakai makanan sebagai cara meredakan perasaan. Tindakan ini biasa disebut emotional eating atau makan karena emosi. Yaitu aktivitas makan dilakukan untuk merespons perasaan, bukan karena tubuh membutuhkan energi. Konsep ini sederhana, tetapi dampak dan mekanismenya kompleks, dimana dapat memberi kenyamanan sementara, tetapi sering tidak menyelesaikan masalah emosional yang mendasarinya.

Mengenal Emotional Eating
Emotional eating adalah perilaku makan yang didorong oleh emosi, baik emosi positif maupun negatif. Misalnya makan untuk meredakan stres, kesepian, kebosanan, atau untuk merayakan kegembiraan. Jadi bukan aktivitas makan biasa yang didasari oleh sinyal fisiologis rasa lapar. Perilaku emotional eating ini sering cepat, impulsif, dan berfokus pada makanan yang memberi kenikmatan sensorik. Biasanya makanan yang manis, gurih, dan lembut. Pelakunya tidak berfokus pada kebutuhan gizi. Penting juga untuk dipahami bahwa emotional eating berbeda dari gangguan makan secara klinis seperti binge eating disorder. Meskipun emotional eating berulang dan intens dapat juga menjadi tanda dan awal masalah makan yang lebih berat.


Read More
0 Comments

Topik ke-550: PID, Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Reproduksi Wanita

11/9/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Banyak sekali wanita, termasuk di Indonesia yang masih menganggap keluhan seperti nyeri perut bagian bawah, keputihan berbau, atau pendarahan di luar siklus haid sebagai hal biasa. Sebagian bahkan memilih cuek atau hanya mengobatinya sendiri tanpa pernah mencari tahu penyebab sebenarnya. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal dari penyakit serius bernama Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau Penyakit Radang Panggul. Menurut data penelitian di Indonesia, pada tahun 2020 terdapat potensi 24.000–46.000 kasus PID setiap tahun. Angka ini belum termasuk kasus yang tidak terdiagnosis karena banyak wanita enggan atau terlambat berobat akibat stigma, keterbatasan akses, maupun kurangnya pengetahuan. Artinya, jumlah sebenarnya kasus di masyarakat kemungkinan jauh lebih tinggi.

Mengenal Pelvic Inflammatory Disease
PID adalah infeksi pada organ reproduksi dalam wanita yang mencakup rahim, leher rahim, tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim), dan ovarium (indung telur). Infeksi ini sering kali berawal dari masuknya bakteri melalui vagina, yang kemudian naik ke organ-organ reproduksi. Proses ini tidak selalu menimbulkan gejala di awal, sehingga banyak pasien tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena PID. Namun bila tidak segera ditangani, PID bisa menimbulkan komplikasi serius, termasuk infertilitas atau kemandulan, kehamilan ektopik, nyeri panggul kronis, bahkan kematian bila infeksi menyebar ke seluruh tubuh atau sepsis.


Read More
0 Comments
<<Previous
    Home >> Medical Articles >> 2025

    Medical Articles 2025

    Picture
    Lihat daftar artikel lainnya, click pada gambar

    Picture
    Maknai stres, untuk membuat hidup menjadi lebih hebat. Baca di sini.

    Bila Anda suka dengan blog ini, silakan "like" artikelnya di bagian bawah setiap artikel dan silakan menikmati artikel lainnya pada blog tahun 2023. Click di sini.

    Picture

    Author

    Dr. Indra K. Muhtadi adalah seorang Health Influencer dan konsultan pada berbagai professional training di Indonesia.

    Sebagai dokter, ia sangat piawai memberikan konsultasi kesehatan dengan bahasa ringan sehingga membuat masalah medis menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami.

    Click di sini untuk berkonsultasi dengan Dr. Indra

    These Blogs are written in Bahasa Indonesia. I hope these blogs can help those who search the information about the topic discussed in the radio.  Feel free to give comments and if you need an English version of the content from these blogs, please don't hesitate to contact me.

    Instagram Follow Dr. Indra on Instagram
    Follow @indrakm

    Archives

    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025

    Categories

    All
    10000 Langkah Per Hari
    Agnosia
    Air Panas Vs. Air Dingin
    Ancaman Tersembunyi Kesehatan Reproduksi Wanita
    Aneurisma Otak
    Antara Kebaikan Sosial & Manfaat Kesehatan
    Berat Badan Normal Tapi Kolesterol Tinggi
    Brain Rot
    Diet Menurunkan Trigliserida
    Donor Darah
    Emotional Eating
    Endometriosis
    Filosofi Sehat & Sakit Dalam Perspektif Medis & Islam
    Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD)
    Glaucoma
    Harapan Baru Melawan Penyakit Lama
    Healthy Scam
    Human Metapneumovirus
    Insulin & Resistensi Insulin
    Jenis-Jenis Gula Dalam Makanan Kita
    Kedokteran Integratif
    Keropos Tulang Pada Wanita Menyusui
    Ketika Otak Tak Mengenali Dunia Di Sekitarnya
    Kolesterol Gak Ikut Party
    Lebaran Happy
    Lebih Dari Sekedar Minuman Hijau Kekinian
    Leptospirosis
    Makan Malam Bikin Gemuk
    Matcha
    Mengungkap Kekuatan Jahe
    Mitos Dan Fakta Cemilan Sehat
    Mitos Vs. Fakta
    MMPI
    Musuh Di Dalam Tubuh
    Myelodysplastic Syndrome
    Ngemil Cerdas
    Penyakit Jantung Bawaan
    PID
    Rahasia Di Balik Nasi Panas & Nasi Dingin
    Rahasia Hubungan Perut Dan Suasana Hati
    Robek Ligamen Lutut - ACL (Anterior Cruciate Ligament) Tear
    Saay Nyeri Haid BUkan Sekedar Nyeri Biasa
    Science Of Hype
    Siluman Pencuri Penglihatan
    Skinny Fat
    Stem Cell Untuk Kecantikan
    Stres Oksidatif
    Terapi Regeneratif Sendi
    Tes Kejiwaan Pembuka Peta Kepribadian & Gangguan Mental
    Vaksin TBC Dewasa
    Wabah "Kencing Tikus"
    Waspada 'Hidden Sugar' Di Makanan Kita


    Saya tidak mencantumkan rujukan atau sumber dari artikel yang saya tulis, karena akan menambah panjang body dari posting-an blog-nya.
    Bila ada yang memerlukan silakan hubungi saya di contac me. Saya dengan senang hati akan menginfokannya.


    Disclaimer
    All data and statements in all articles in these blogs on this website were true at the time of writing. Some update may be required.

    The Content is not intended to be a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment. Always seek the advice of your physician or other qualified health provider with any questions you may have regarding a medical condition.

    Picture
    Terima kasih untuk mendukung usaha saya dan berbagi informasi
    Thank you for supporting my effort and sharing my knowledge

    Picture

    Infographic
    of the week

    Picture
    Healthy Scam, Makanan yang Membuat Kita Tertipu

    Navigation:
    Back to Blog Main Page
    Back to Blog Index

Proudly powered by Weebly