“Hari ini saya sudah capek sekali, Dok. Dari pagi bolak-balik, urus anak, belanja, kerja. Ya kan itu sudah olahraga?”
Kalimat itu seperti sudah sering saya dengar dari pasien, pendengar radio, atau teman sambil ngobrol. Terdengar logis memang karena tubuh bergerak, napas sesekali berat, keringat muncul. Tapi di ranah kesehatan, tidak semua gerak dapat disamakan dengan olahraga. Ada kategori yang berbeda antara aktivitas fisik harian dan olahraga, dan perbedaan itu penting karena efeknya ke kesehatan jangka panjang bisa sangat berbeda. Di Indonesia, kita menghadapi dua masalah yang saling terkait yaitu gaya hidup sedentary alias mager dan angka penyakit metabolisme seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas yang tinggi. Untuk melawan tren itu, hanya bergerak saat beraktivitas harian tidak selalu cukup karena juga harus melakukan olahraga untuk saling melengkapi.
Aktivitas fisik harian adalah segala gerakan tubuh yang dilakukan sebagai bagian dari rutinitas, tanpa perencanaan khusus, tanpa tujuan kebugaran yang terukur. Contohnya berjalan dari rumah ke halte atau parkiran, naik turun tangga di kantor, membersihkan rumah (menyapu, mengepel, mencuci), kegiatan kerja yang berdiri/berjalan, menggendong anak, belanja ke pasar, dll. Aktivitas jenis ini penting karena jauh lebih baik daripada duduk terus-menerus dan dapat membantu sirkulasi darah, mencegah kekakuan sendi, dan membuat tubuh aktif.
Follow Dr. Indra on Instagram