Ketika berbicara mengenai penyakit yang menyerang otak, sebagian besar orang langsung memikirkan stroke. Terutama di Indonesia, kata “stroke” sudah sangat akrab di telinga masyarakat. Banyak keluarga memiliki anggota yang pernah mengalami stroke, dan dampaknya sering terlihat nyata: kelemahan tubuh, sulit bicara, penurunan kognitif, gangguan daya ingat, hingga perubahan kepribadian. Namun ada satu kondisi lain yang tidak kalah berbahaya, tetapi jauh lebih “diam” dan sering tidak diketahui hingga sudah terlambat. Kondisi itu adalah aneurisma otak, ancaman yang terjadi secara diam-diam di dalam kepala.
Aneurisma otak adalah pelemahan pada dinding pembuluh darah di dalam otak yang membuat pembuluh tersebut menggembung seperti balon kecil berisi darah. Selama ia belum pecah, seseorang dapat hidup bertahun-tahun tanpa gejala sama sekali. Tidak ada sakit kepala yang khas, tidak ada gangguan panca Indera, tidak ada kelemahan tubuh, tidak ada tanda peringatan yang jelas. Hidup berjalan seperti biasa. Sampai suatu hari, secara tiba-tiba, aneurisma tersebut pecah dan menyebabkan perdarahan otak. Lalu berubah menjadi kedaruratan medis yang memerlukan penanganan cepat, karena setiap menit yang berlalu dapat menentukan apakah seseorang dapat diselamatkan, atau apakah ia akan hidup dengan kecacatan permanen, bahkan kematian.
Follow Dr. Indra on Instagram