Bayangkan seseorang yang melihat wajah orang tuanya, namun tidak bisa mengenalinya. Atau seseorang yang memegang kunci rumah, tapi tidak tahu benda apa itu. Atau mendengar dering telepon tapi tak tahu bunyi apa itu. Fenomena ini bukanlah masalah pada mata, telinga, atau kulit, melainkan kegagalan otak dalam mengenali makna dari sensasi yang diterimanya. Kondisi ini disebut agnosia, sebuah gangguan neurologis yang membuka pemahaman luas tentang bagaimana otak manusia bekerja. Pada penderita agnosia, Panca Indera masih berfungsi normal, tetapi otak gagal memaknai informasi yang diterima.
Agnosia berasal dari bahasa Yunani "a-" (tidak) dan "gnosis" (pengetahuan), sehingga bisa diartikan "ketidaktahuan". Secara medis, agnosia adalah ketidakmampuan mengenali objek, suara, wajah, kata, atau sensasi lain meskipun fungsi Indera tetap utuh. Agnosia biasanya disebabkan oleh kerusakan pada area tertentu di otak, terutama lobus parietal, temporal, dan oksipital, yang berperan dalam persepsi dan pemrosesan informasi sensorik. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh stroke, cedera otak traumatik (traumatic brain injury), tumor otak, infeksi otak, hipoksia, atau penyakit degeneratif, yang akan dijelaskan lebih lengkap di bawah.
Follow Dr. Indra on Instagram