Bayangkan setiap bulan ada seorang wanita dewasa yang harus menghadapi rasa nyeri yang begitu kuat sampai rasanya ingin bolos kerja atau sekolah, atau bahkan cuma bisa berbaring meringkuk di tempat tidur. Bukan cuma sesekali, tapi terus berulang bertahun-tahun. Itulah kenyataan yang juga dialami jutaan perempuan di seluruh dunia yang hidup dengan endometriosis. Banyak orang mengira endometriosis itu cuma “nyeri haid yang lebih parah dari biasanya.” Padahal, ini adalah penyakit yang bisa mepengaruhi banyak aspek hidup; kesehatan fisik, mental, hubungan dengan pasangan, pekerjaan, bahkan rencana punya anak. Sayangnya, penyakit ini sering terlambat dikenali karena gejalanya bisa mirip dengan nyeri haid atau gangguan lain sehingga dianggap sesuatu yang wajar.
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Normalnya, lapisan ini cuma ada di dalam rahim dan setiap bulan menebal, luruh saat haid, lalu terbentuk lagi. Pada endometriosis, jaringan serupa bisa ditemukan di: ovarium (indung telur), tuba falopi (saluran telur), permukaan luar rahim, dinding panggul, usus, kandung kemih, bahkan pada kasus yang sangat jarang, jaringan ini bisa ditemukan di paru-paru atau bagian tubuh lain. Yang membuat masalah, jaringan ini tetap “berperilaku” seperti dinding di dalam di rahim, yang menebal, pecah, dan berdarah mengikuti siklus bulanan. Bedanya, karena berada di luar rahim, darah dan jaringan yang luruh tidak bisa keluar lewat jalur normalnya melalui vagina. Aki-batnya, tubuh bereaksi dengan peradangan, pembentukan jaringan parut (fibrosis), dan perlengketan antar organ.
Follow Dr. Indra on Instagram