Beberapa tahun terakhir, hampir semua perangkat kesehatan yang kita pakai seperti fitness tracker, smartwatch (jam pintar), atau aplikasi ponsel, selalu menampilkan satu angka ajaib: 10.000 langkah per hari. Slogan ini terlihat di iklan, poster gym, bahkan caption media sosial. Banyak yang menganggapnya sebagai “gold standard” kesehatan harian. Seolah-olah kalau belum mencapai 10.000 langkah, hari itu dianggap gagal. Pertanyaannya: Apakah 10.000 langkah benar-benar penting secara ilmiah? Atau ini hanya sekadar marketing hype yang kebetulan diterima publik dan akhirnya dipercaya sebagai “kebenaran”?
Sejarah asal-muasal datangnya 10.000 langkah ternyata bukan berasal dari ahli fisiologi, bukan dari WHO, bukan pula dari penelitian medis. Ia berasal dari kampanye pemasaran produk pedometer (alat pengukur langkah) di Jepang, bernama Manpo-kei. Man artinya 10.000, po artinya langkah, dan kei artinya pengukur. Jadi bila diterjemahkan secara harfiah berarti “pengukur 10.000 langkah”. Pada tahun 1964, Jepang menyelenggarakan Olimpiade Tokyo. Pada era itu, aktivitas fisik menjadi tren nasional. Sebuah perusahaan bernama Yamasa Clock menciptakan pedometer komersial dan menamai produknya Manpo-Kei. Angka 10.000 dipilih karena sederhana, bulat, mudah diingat, dan terlihat meyakinkan.
Follow Dr. Indra on Instagram