Dr. Indra K. Muhtadi - "dokter plus"
  • Home
    • My Curriculum Vitae
    • Dr. Indra on Media
  • What's New
  • Health & Wellness Influencer & Motivator
    • Retirement Preparation from Health Point of View
    • Stres untuk Hebat
    • Health Topic Seminars
    • The Secret of Healthy Life Style
    • Company Health Management
    • Stop Smoking Course
    • Quality Service Excellent
    • Change Leadership Training and Self Improvement
    • Smile in Assertive Communication
    • Assertive Communication Skills
    • Employee Counseling for Productivity
    • Managerial Skills and Self Leadership Skills
    • Motivation and Job Satisfaction
  • Dr. Indra's Books
    • Book: "SENIOR untuk HEBAT"
    • Book: "STRES untuk HEBAT"
    • Book: "SEHAT untuk HEBAT"
    • Book: "Revolusi Mental"
  • Blog: Medical Articles
    • Blog Index (A to Z)
    • Blog Index (by category)
    • Blog Articles: 2026
    • Blog Articles: 2025
    • Blog Articles: 2024
    • Blog Articles: 2023
    • Blog Articles: 2022
    • Blog Articles: 2021
    • Blog Articles: 2020
    • Blog Articles: 2019
    • Blog Articles: 2018
    • Blog Articles: 2017
    • Blog Articles: 2016
    • Blog Articles: 2015
    • Blog Articles: 2014
    • Blog Articles: 2013
    • Blog Articles: 2012
    • Blog Articles: 2011
    • Blog Articles: 2010
  • Health Consultant (Praktek)
    • Adult Vaccination
  • Health Tips Video
  • Health Calculator
    • BMI Calculator
    • Advanced BMI Calculator
    • BMI Calculator for Children
    • Ideal Body Weight Calculator
    • Exercise Calorie Calculator
    • Daily Calorie Calculator
    • Liquid Calorie Calculator
  • Health Pictures
  • My Travel and Other Blog
  • ABN Group
  • References & Partners
  • Contact Me

Topik ke-550: PID, Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Reproduksi Wanita

11/9/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Banyak sekali wanita, termasuk di Indonesia yang masih menganggap keluhan seperti nyeri perut bagian bawah, keputihan berbau, atau pendarahan di luar siklus haid sebagai hal biasa. Sebagian bahkan memilih cuek atau hanya mengobatinya sendiri tanpa pernah mencari tahu penyebab sebenarnya. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal dari penyakit serius bernama Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau Penyakit Radang Panggul. Menurut data penelitian di Indonesia, pada tahun 2020 terdapat potensi 24.000–46.000 kasus PID setiap tahun. Angka ini belum termasuk kasus yang tidak terdiagnosis karena banyak wanita enggan atau terlambat berobat akibat stigma, keterbatasan akses, maupun kurangnya pengetahuan. Artinya, jumlah sebenarnya kasus di masyarakat kemungkinan jauh lebih tinggi.

Mengenal Pelvic Inflammatory Disease
PID adalah infeksi pada organ reproduksi dalam wanita yang mencakup rahim, leher rahim, tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim), dan ovarium (indung telur). Infeksi ini sering kali berawal dari masuknya bakteri melalui vagina, yang kemudian naik ke organ-organ reproduksi. Proses ini tidak selalu menimbulkan gejala di awal, sehingga banyak pasien tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena PID. Namun bila tidak segera ditangani, PID bisa menimbulkan komplikasi serius, termasuk infertilitas atau kemandulan, kehamilan ektopik, nyeri panggul kronis, bahkan kematian bila infeksi menyebar ke seluruh tubuh atau sepsis.


Read More
0 Comments

Topik ke-549: Rahasia di Balik Nasi Panas dan Nasi Dingin untuk Kesehatan Kita

5/9/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Di Indonesia, nasi bukan sekedar makanan pokok, tapi sudah menjadi bagian dari identitas budaya. Tidak heran muncul ungkapan populer, “belum makan kalau belum makan nasi.” Dari Sabang sampai Merauke, hampir semua rumah tangga memasak nasi setiap hari. Namun, ada kebiasaan yang sering menimbulkan perdebatan, apakah lebih baik makan nasi panas yang baru matang, atau nasi dingin yang sudah disimpan beberapa jam, bahkan semalaman di kulkas? Di masyarakat, banyak opini liar, mitos, bahkan hoaks yang berkembang tentang hal ini. Ada yang bilang nasi panas bikin cepat gemuk, ada yang yakin nasi dingin lebih sehat, ada pula yang menakut-nakuti bahwa nasi dingin bisa jadi sumber penyakit.

Ragam Opini, Mitos, dan Hoaks di Masyarakat
Seiring berkembangnya media sosial, topik sederhana seperti nasi pun bisa menjadi bahan perdebatan panjang.  Dari semua klaim itu, ada yang memang punya dasar sains, ada juga yang jelas-jelas keliru. Berikut beberapa klaim populer tentang nasi panas dan nasi dingin:
  1. Nasi panas bikin cepat gemuk. Alasannya karena nasi panas lebih cepat dicerna tubuh dan langsung disimpan sebagai lemak.
  2. Nasi dingin bisa membantu diet. Katanya, nasi dingin lebih rendah kalori dan bisa menurunkan berat badan.
  3. Nasi dingin bikin sakit perut atau kembung. Ada yang menghindari nasi dingin, dipercaya lebih sulit dicerna.
  4. Nasi dingin berbahaya karena bisa jadi sarang bakteri.
    Ini membuat sebagian orang khawatir mengkonsumsi nasi sisa semalam.
  5. Bahkan ada hoaks yang ekstrim sampai ada klaim bahwa makan nasi panas bisa memicu kanker, atau nasi dingin bisa menyembuhkan diabetes.


Read More
0 Comments

Topik ke-548: Waspada ‘Hidden Sugar’ di Makanan Favorit Kita

22/8/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Bayangkan pada pagi hari seseorang memulai aktivitas dengan secangkir kopi kekinian, mungkin kopi susu gula aren, atau es latte yang viral di media sosial. Siangnya, makan siang kilat di kantor dengan nasi, ayam goreng tepung, ditemani dengan saus sambal. Setelah makan malam, ngemil martabak manis atau roti bakar isi coklat dan keju sambil menonton TV. Kedengarannya seperti hari biasa, tapi tanpa sadar, mungkin sudah mengkonsumsi dua hingga tiga kali lipat jumlah gula harian yang direkomenda-sikan. Masalahnya, gula itu tidak selalu terasa manis. Inilah yang disebut dengan “hidden sugar” atau gula tersembunyi.

Mengenal Gula dan “Hidden Sugar”
Gula, dalam bentuk paling sederhananya, sebenarnya adalah karbohidrat yang menjadi sumber energi utama tubuh. Gula alami banyak terdapat di buah-buahan (dalam bentuk fruktosa), susu (dalam bentuk laktosa), atau makanan nabati lainnya. Masalahnya muncul ketika tubuh mendapatkan terlalu banyak gula tambahan atau gula olahan yang sengaja ditambahkan ke dalam produk makanan dan minuman. “Hidden sugar” merujuk pada gula tambahan ini, yang sering tidak kita sadari keberadaannya, yang dapat berupa: high fructose corn syrup (sirup jagung mengandung fruktosa tinggi), sirup glukosa, invert sugar, maltose, maltodextrin, dan puluhan nama lain yang terdengar “ilmiah”, tetapi pada dasarnya tetap gula.


Read More
0 Comments

Topik ke-547: Endometriosis, Saat Nyeri Haid Bukan Sekedar Nyeri Biasa

15/8/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Bayangkan setiap bulan ada seorang wanita dewasa yang harus menghadapi rasa nyeri yang begitu kuat sampai rasanya ingin bolos kerja atau sekolah, atau bahkan cuma bisa berbaring meringkuk di tempat tidur. Bukan cuma sesekali, tapi terus berulang bertahun-tahun. Itulah kenyataan yang juga dialami jutaan perempuan di seluruh dunia yang hidup dengan endometriosis. Banyak orang mengira endometriosis itu cuma “nyeri haid yang lebih parah dari biasanya.” Padahal, ini adalah penyakit yang bisa mepengaruhi banyak aspek hidup; kesehatan fisik, mental, hubungan dengan pasangan, pekerjaan, bahkan rencana punya anak. Sayangnya, penyakit ini sering terlambat dikenali karena gejalanya bisa mirip dengan nyeri haid atau gangguan lain sehingga dianggap sesuatu yang wajar.

Mengenal Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Normalnya, lapisan ini cuma ada di dalam rahim dan setiap bulan menebal, luruh saat haid, lalu terbentuk lagi. Pada endometriosis, jaringan serupa bisa ditemukan di: ovarium (indung telur), tuba falopi (saluran telur), permukaan luar rahim, dinding panggul, usus, kandung kemih, bahkan pada kasus yang sangat jarang, jaringan ini bisa ditemukan di paru-paru atau bagian tubuh lain. Yang membuat masalah, jaringan ini tetap “berperilaku” seperti dinding di dalam di rahim, yang menebal, pecah, dan berdarah mengikuti siklus bulanan. Bedanya, karena berada di luar rahim, darah dan jaringan yang luruh tidak bisa keluar lewat jalur normalnya melalui vagina. Aki-batnya, tubuh bereaksi dengan peradangan, pembentukan jaringan parut (fibrosis), dan perlengketan antar organ.


Read More
0 Comments

Topik ke-546: Penyakit Jantung Bawaan; Tantangan Seumur Hidup, Harapan Sepanjang Masa

8/8/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Penyakit jantung bawaan (PJB) atau dalam istilah medis dikenal sebagai congenital heart disease (CHD) adalah salah satu kondisi medis kompleks dan mepengaruhi kualitas hidup sejak hari pertama bayi lahir ke dunia. Setiap tahun, ribuan bayi lahir dengan PJB. Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya diperkirakan 8 dari setiap 1.000 bayi lahir hidup atau sekitar 40.000 bayi mengalami PJB. Belum semua ma-syarakat menyadari bahayanya. Padahal, PJB bisa ditangani dengan baik berkat kemajuan teknologi medis dan peran aktif keluarga. Tanpa diagnosis dini dan penanganan yang baik, sebagian anak bisa mengalami gagal jantung, keterlambatan tumbuh kembang, bahkan kematian dini.

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur jantung yang sudah ada sejak bayi masih di dalam kandungan. Ini bukan penyakit yang "didapat" akibat gaya hidup seperti pada orang dewasa, melainkan kelainan yang terjadi selama proses pembentukan organ tubuh janin. Kondisi ini bisa ringan hingga sangat berat, tergantung pada tipe dan dampaknya terhadap sirkulasi darah. PJB mencakup berbagai jenis kelainan sbb.:
  • Dinding jantung (septum) yang berlubang atau tidak terbentuk sempurna,
  • Katup jantung yang tidak berfungsi dengan baik,
  • Pembuluh darah utama yang salah posisi atau sempit,
  • Kombinasi dari beberapa kelainan dalam satu kasus.
PJB juga dibagi dalam dua kelompok besar:
  • Acyanotic CHD: tidak menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah.
  • Cyanotic CHD: menyebabkan organ kekurangan oksigen, sehingga tampak kebiruan (sianosis) pada kulit, bibir, atau kuku bayi.


Read More
0 Comments

Topik ke-545: Glaucoma, Siluman Pencuri Penglihatan

1/8/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit mata yang bisa membuat seseorang buta secara permanen, tanpa rasa sakit, tanpa gejala yang berarti, dan sering kali terlambat disadari? Itulah glaucoma (glaukoma), penyakit mata kronis yang menjadi penyebab kebutaan permanen kedua terbanyak di dunia termasuk di Indonesia. Khusus di Indonesia, glaucoma menyumbang sekitar 12,3% dari seluruh kasus kebutaan. Ironisnya, glaucoma sering disebut sebagai "siluman pencuri penglihatan" karena kerusakan-nya terjadi perlahan dan tanpa gejala sampai tahap lanjut. Namun kabar baiknya, deteksi dan penanganan dini, sebagian besar kebutaan akibat glaucoma dapat dicegah.

Glaucoma di Indonesia
Di Indonesia, prevalensi glaucoma diperkirakan mencapai sekitar 0,46% atau sekitar 4- 5 orang per 1.000 penduduk. Namun, karena glaucoma sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan pemeriksaan mata belum men-jadi kebiasaan masyarakat secara luas, banyak kasus tidak terdeteksi atau tidak terdiagnosis secara resmi, sehingga angka kejadian sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari angka tsb. Data dari RS Mata Cicendo Bandung dan RS Dr. Sardjito Yogyakarta dan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien datang dalam kondisi yang sudah tergolong berat atau lanjut. Tak jarang, pasien baru mencari pertolongan ketika penglihatan mereka sudah terganggu secara signifikan, bahkan sebagian telah mengalami kebutaan permanen pada satu atau bahkan kedua matanya.


Read More
0 Comments

Topik ke-544: Donor Darah, Antara Kebaikan Sosial & Manfaat Kesehatan

25/7/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Donor darah merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat penting dalam dunia medis. Setiap tetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan nyawa pasien dalam kondisi kritis, mulai dari korban kecelakaan, pasien operasi besar, ibu melahirkan dengan komplikasi, pasien gagal ginjal kronis, hingga penderita kanker dan anemia berat. Namun di balik manfaat besarnya, banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi saat seseorang mendonorkan darah, apa manfaat kesehatannya bagi si pendonor, serta apakah ada risiko yang menyertainya. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh dan netral mengenai donor darah, mengupas manfaat sosial dan medisnya, mengkaji manfaat bagi pendonor, serta menjelaskan risiko dan syarat donor darah.

Jenis-Jenis Donor Darah dan Prosedurnya
Ada beberapa jenis donor darah yang umum dilakukan:
  1. Whole blood - donor darah utuh. Jenis paling umum. Pendonor memberikan sekitar 450-500 mL darah utuh. Setelah disimpan, darah ini dapat dipisahkan menjadi komponen seperti sel darah merah, plasma, dan trombosit.
  2. Donor trombosit. Berguna bagi pasien kanker atau mereka yang akan menjalani transplantasi organ. Trombosit diambil menggunakan metode apheresis, yaitu diambil yang diinginkan saja lalu sisanya dikembalikan ke tubuh pendonor.
  3. Donor plasma. Plasma berguna untuk pasien trauma, luka bakar, dan gangguan pembekuan darah. Plasma juga diambil menggunakan metoda apheresis.
  4. Double red cell donor - donor sel darah merah ganda. Mengambil dua kali lipat sel darah merah dalam satu waktu, biasanya dari pendonor dengan berat badan lebih tinggi.


Read More
0 Comments

Topik ke-543: Skinny Fat, Berat Badan Normal tapi Kolesterol Tinggi

19/7/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Selama ini, banyak orang menganggap bahwa tubuh langsing adalah simbol kesehatan. Di media sosial, televisi, bahkan di lingkungan sehari-hari, tubuh ramping sering diidentikkan dengan gaya hidup sehat dan bebas penyakit. Namun ada fenomena bernama "skinny fat." Dalam istilah medis dikenal sebagai MONW (Metabolic Obesity Normal Weight) atau bila diterjemahkan “berat badan normal dengan obesitas metabolik.” Orang dengan kondisi ini memiliki berat badan normal, tetapi kadar lemak tubuhnya tinggi dan massa ototnya rendah. Yang mengejutkan, banyak di antara mereka memiliki kolesterol tinggi. Tidak itu saja mereka juga banyak yang memiliki tekanan darah meningkat, dan berisiko terkena diabetes dan penyakit jantung. Fenomena ini kini menjadi perhatian dunia medis karena jumlah kasusnya semakin meningkat.

Mengenal Skinny Fat
Seperti dijelaskan di atas, bahwa "skinny fat" adalah istilah populer yang merujuk pada seseorang dengan berat badan normal atau bahkan kurus secara penampilan, tetapi memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang rendah. Biasanya, lemak yang berlebihan tersebut menumpuk di bagian perut atau lemak viseral dari organ, bukan di bawah kulit. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada 1981 oleh ilmuan AS Dr. George A. Bray dan timnya, yang menemukan bahwa orang dengan berat badan normal pun bisa memiliki metabolisme yang mirip dengan orang obesitas.


Read More
0 Comments

Topik ke-542: Agnosia, Ketika Otak Tak Mengenali Dunia di Sekitarnya

11/7/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Bayangkan seseorang yang melihat wajah orang tuanya, namun tidak bisa mengenalinya. Atau seseorang yang memegang kunci rumah, tapi tidak tahu benda apa itu. Atau mendengar dering telepon tapi tak tahu bunyi apa itu. Fenomena ini bukanlah masalah pada mata, telinga, atau kulit, melainkan kegagalan otak dalam mengenali makna dari sensasi yang diterimanya. Kondisi ini disebut agnosia, sebuah gangguan neurologis yang membuka pemahaman luas tentang bagaimana otak manusia bekerja. Pada penderita agnosia, Panca Indera masih berfungsi normal, tetapi otak gagal memaknai informasi yang diterima.

Mengenal Agnosia
Agnosia berasal dari bahasa Yunani "a-" (tidak) dan "gnosis" (pengetahuan), sehingga bisa diartikan "ketidaktahuan". Secara medis, agnosia adalah ketidakmampuan mengenali objek, suara, wajah, kata, atau sensasi lain meskipun fungsi Indera tetap utuh. Agnosia biasanya disebabkan oleh kerusakan pada area tertentu di otak, terutama lobus parietal, temporal, dan oksipital, yang berperan dalam persepsi dan pemrosesan informasi sensorik. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh stroke, cedera otak traumatik (traumatic brain injury), tumor otak, infeksi otak, hipoksia, atau penyakit degeneratif, yang akan dijelaskan lebih lengkap di bawah.


Read More
0 Comments

Topik ke-541: Leptospirosis, Wabah “Kencing Tikus” yang Perlu Diwaspadai

4/7/2025

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pada musim kemarau di Indonesia pada tahun 2025 ini masih terdapat curah hujan yang cukup tinggi, khususnya di daerah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat). Efek dari curah hujan yang tinggi ini memberikan ancaman serius terjadinya banjir. Kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit menular terutama yang berkaitan erat dengan banjir harus ditingkatkan karena masih banyak infeksi yang kerap terabaikan karena gejalanya yang menyerupai penyakit ringan. Salah satunya adalah leptospirosis, yang meningkat insidensinya setiap ada musibah banjir. Di Indonesia walaupun leptospirosis bukanlah penyakit baru, namun sistem sanitasi yang belum optimal bila ditambah banjir membuat penyakit ini kembali menjadi ancaman.

Mengenal Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia. Infeksi leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang banyak ditemukan pada urin hewan terutama tikus, serta dapat mencemari tanah dan air di sekitarnya. Penularannya terjadi bila orang bersentuhan dengan air atau lumpur yang terkontaminasi, terutama jika kulit mengalami luka atau terkena langsung pada membran mukosa seperti mata dan  mulut. Di Indonesia penyakit ini populer dikenal sebagai “penyakit kencing tikus.” Leptospirosis sering kali menye-rang kelompok masyarakat yang terpapar lingkungan kotor atau lembap, seperti petani, tinggal di DAS (daerah aliran sungai) perkotaan, hingga warga yang beraktivitas di sekitar pasar tradisional; terutama bila terjadi musibah banjir.


Read More
0 Comments
<<Previous
Forward>>
    Home >> Medical Articles >> 2025

    Medical Articles 2025

    Picture
    Lihat daftar artikel lainnya, click pada gambar

    Picture
    Maknai stres, untuk membuat hidup menjadi lebih hebat. Baca di sini.

    Bila Anda suka dengan blog ini, silakan "like" artikelnya di bagian bawah setiap artikel dan silakan menikmati artikel lainnya pada blog tahun 2023. Click di sini.

    Picture

    Author

    Dr. Indra K. Muhtadi adalah seorang Health Influencer dan konsultan pada berbagai professional training di Indonesia.

    Sebagai dokter, ia sangat piawai memberikan konsultasi kesehatan dengan bahasa ringan sehingga membuat masalah medis menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami.

    Click di sini untuk berkonsultasi dengan Dr. Indra

    These Blogs are written in Bahasa Indonesia. I hope these blogs can help those who search the information about the topic discussed in the radio.  Feel free to give comments and if you need an English version of the content from these blogs, please don't hesitate to contact me.


    Instagram Follow Dr. Indra on Instagram
    Follow @indrakm

    Archives

    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025

    Categories

    All
    10000 Langkah Per Hari
    Agnosia
    Air Panas Vs. Air Dingin
    Aktivitas Fisik Vs. Olahraga
    Ancaman Tersembunyi Kesehatan Reproduksi Wanita
    Aneurisma Otak
    Antara Kebaikan Sosial & Manfaat Kesehatan
    Berat Badan Normal Tapi Kolesterol Tinggi
    Brain Rot
    Diet Menurunkan Trigliserida
    Donor Darah
    Emotional Eating
    Endometriosis
    Filosofi Sehat & Sakit Dalam Perspektif Medis & Islam
    Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD)
    Glaucoma
    Harapan Baru Melawan Penyakit Lama
    Healthy Scam
    Human Metapneumovirus
    Insulin & Resistensi Insulin
    Jenis-Jenis Gula Dalam Makanan Kita
    Kedokteran Integratif
    Keropos Tulang Pada Wanita Menyusui
    Ketika Otak Tak Mengenali Dunia Di Sekitarnya
    Kolesterol Gak Ikut Party
    Lebaran Happy
    Lebih Dari Sekedar Minuman Hijau Kekinian
    Leptospirosis
    Makan Malam Bikin Gemuk
    Matcha
    Mengungkap Kekuatan Jahe
    Mitos Dan Fakta Cemilan Sehat
    Mitos Vs. Fakta
    MMPI
    Musuh Di Dalam Tubuh
    Myelodysplastic Syndrome
    Ngemil Cerdas
    Penyakit Jantung Bawaan
    PID
    Rahasia Di Balik Nasi Panas & Nasi Dingin
    Rahasia Hubungan Perut Dan Suasana Hati
    Robek Ligamen Lutut - ACL (Anterior Cruciate Ligament) Tear
    Saay Nyeri Haid BUkan Sekedar Nyeri Biasa
    Science Of Hype
    Siluman Pencuri Penglihatan
    Skinny Fat
    Stem Cell Untuk Kecantikan
    Stres Oksidatif
    Terapi Regeneratif Sendi
    Tes Kejiwaan Pembuka Peta Kepribadian & Gangguan Mental
    Vaksin TBC Dewasa
    Wabah "Kencing Tikus"
    Waspada 'Hidden Sugar' Di Makanan Kita


    Saya tidak mencantumkan rujukan atau sumber dari artikel yang saya tulis, karena akan menambah panjang body dari posting-an blog-nya.
    Bila ada yang memerlukan silakan hubungi saya di contac me. Saya dengan senang hati akan menginfokannya.


    Disclaimer
    All data and statements in all articles in these blogs on this website were true at the time of writing. Some update may be required.

    The Content is not intended to be a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment. Always seek the advice of your physician or other qualified health provider with any questions you may have regarding a medical condition.

    Picture
    Terima kasih untuk mendukung usaha saya dan berbagi informasi
    Thank you for supporting my effort and sharing my knowledge


    Picture

    Infographic
    of the week

    Picture
    Healthy Scam, Makanan yang Membuat Kita Tertipu

    Navigation:
    Back to Blog Main Page
    Back to Blog Index

Proudly powered by Weebly