Dr. Indra K. Muhtadi - "dokter plus"
  • Home
    • My Curriculum Vitae
    • Dr. Indra on Media
  • What's New
  • Dr. Indra's Books
    • Book: "SENIOR untuk HEBAT"
    • Book: "STRES untuk HEBAT"
    • Book: "SEHAT untuk HEBAT"
    • Book: "Revolusi Mental"
  • Blog: Medical Articles
    • Blog Index (A to Z)
    • Blog Index (by category)
    • Blog Articles: 2026
    • Blog Articles: 2025
    • Blog Articles: 2024
    • Blog Articles: 2023
    • Blog Articles: 2022
    • Blog Articles: 2021
    • Blog Articles: 2020
    • Blog Articles: 2019
    • Blog Articles: 2018
    • Blog Articles: 2017
    • Blog Articles: 2016
    • Blog Articles: 2015
    • Blog Articles: 2014
    • Blog Articles: 2013
    • Blog Articles: 2012
    • Blog Articles: 2011
    • Blog Articles: 2010
  • Health & Wellness Influencer & Motivator
    • Retirement Preparation from Health Point of View
    • Stres untuk Hebat
    • Health Topic Seminars
    • The Secret of Healthy Life Style
    • Company Health Management
    • Stop Smoking Course
    • Quality Service Excellent
    • Change Leadership Training and Self Improvement
    • Smile in Assertive Communication
    • Assertive Communication Skills
    • Employee Counseling for Productivity
    • Managerial Skills and Self Leadership Skills
    • Motivation and Job Satisfaction
  • Health Consultant (Praktek)
    • Adult Vaccination
  • Health Calculator
    • BMI Calculator
    • Advanced BMI Calculator
    • BMI Calculator for Children
    • Ideal Body Weight Calculator
    • Exercise Calorie Calculator
    • Daily Calorie Calculator
    • Liquid Calorie Calculator
  • Health Tips Video
  • Health Pictures
  • My Travel and Other Blog
  • ABN Group
  • References & Partners
  • Contact Me

Topik ke-584: Papilloma dan Kutil, Satu Virus Banyak Wajah

4/9/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernah melihat benjolan kecil kasar di jari atau telapak kaki? Atau tumbuhan daging di leher, kelopak mata, atau area kelamin? Dalam istilah medis, pertumbuhan ini disebut papilloma yang dalam bahasa sehari-hari, lebih dikenal sebagai kutil atau wart. Papilloma sebenarnya adalah tumor jinak pada kulit yang berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Bentuknya bervariasi; ada yang datar, ada yang menonjol seperti kembang kol (cauliflower-like), ada yang berduri halus, atau seperti kutil di telapak kaki (plantar wart). Yang menarik adalah bahwa semua kutil disebabkan oleh satu keluarga virus yang sama yaitu Human Papillomavirus (HPV). Namun, dari satu virus ini, muncul berbagai macam "wajah" yang berbeda. Dari kutil biasa di jari, kutil di telapak kaki, kutil kelamin, hingga pertumbuhan di dalam hidung atau mulut. Bahkan, beberapa jenis HPV juga bisa menyebabkan kanker.

Mengenal Papilloma dan Kutil
Papilloma adalah istilah medis untuk tumor jinak yang tumbuh di kulit atau selaput lendir (mukosa). Ketika muncul di kulit, istilah yang lebih populer adalah kutil atau wart. HPV (Human papillomavirus) adalah biang keladi dari semua ini. Ada lebih dari 100 tipe HPV yang telah diidentifikasi. Beberapa tipe menyebabkan kutil di kulit tangan, kaki, atau wajah, sementara yang lain menyebab-kan kutil di area kelamin atau bahkan kanker. Kutil dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling umum terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Sebagian besar kutil sebenarnya tidak berbahaya dan sekitar dua pertiga kutil bahkan bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 tahun. Namun, karena kutil bisa mengganggu penampilan, menimbulkan rasa sakit, atau menular ke orang lain, banyak orang memilih untuk mengobatinya.


Read More
0 Comments

Topik ke-583: Heat Acne, Fakta Ilmiah di Balik Jerawat Musim Kemarau

28/8/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernahkah Anda merasakan kulit wajah tiba-tiba "berontak" saat musim kemarau tiba? Jerawat muncul entah dari mana, padahal Anda sudah rajin mencuci muka dan tidak banyak beraktivitas di luar ruangan? Anda tidak sendirian. Banyak orang mengalami hal yang sama dan bertanya-tanya apakah cuaca panas benar-benar bisa menyebabkan jerawat, atau ini hanya mitos belaka. Cuaca panas dan lembap memang memiliki hubungan erat dengan munculnya jerawat, dan penelitian ilmiah modern telah membuktikannya. Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, prevalensi jerawat (acne vulgaris) memang ter-catat lebih tinggi dibandingkan negara dengan iklim sedang. Bahkan, sebuah penelitian terhadap 452 pasien jerawat di kawasan tropis menemukan bahwa 56,33% dari mereka mengeluhkan jerawat yang memburuk di musim kemarau.

Bakteri Penyebab Jerawat di Indonesia
Selama ini kita mengenal Propionibacterium acnes (sekarang disebut Cutibacterium acnes) sebagai bakteri utama penyebab jerawat. Namun, sebuah studi sistematis dan meta-analisis yang menganalisis 16 penelitian di Indonesia dari tahun 2001 hingga Juli 2022 menemukan bahwa jerawat di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh satu jenis bakteri saja. Penelitian yang melibatkan 733 pasien jerawat ini mengungkap tiga mikroba utama yang paling sering ditemukan pada lesi jerawat, yaitu Cutibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus. Ketiga bakteri ini berperan penting dalam proses peradangan yang menyebabkan timbulnya jerawat. Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa jerawat bukanlah masalah yang sederhana, melainkan hasil interaksi kompleks antara berbagai mikroba di kulit.


Read More
0 Comments

Topik ke-582: BPH vs. Kanker Prostat, Sama-Sama Pembesaran, Tapi Beda Nasib

14/8/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
PProstat adalah kelenjar kecil seukuran kenari yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus uretra. Organ ini sering menjadi sumber kebingungan bagi pria, terutama saat memasuki usia 50 tahun ke atas. Dua kondisi yang paling sering muncul adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak, dan kanker prostat. Masalahnya, keduanya bisa memberikan gejala yang hampir sama, seperti sulit buang air kecil, sering kencing, pancaran lemah, atau rasa tidak tuntas setelah berkemih. Tapi keduanya berbeda. Satu adalah kondisi jinak yang umum terjadi pada penuaan, sementara yang lain adalah kanker ganas yang bisa menyebar ke organ lain. Di Indonesia, kanker prostat menjadi salah satu kanker paling umum pada pria, dengan peningkatan kasus hampir 400% dalam 20 tahun terakhir dan diperkirakan 13.000 kasus baru per tahun. Kedua hal ini sudah pernah kita bahas, tapi kini kita perdalam pemahaman tentang perbedaannya.

Kelenjar Prostat
Prostat adalah kelenjar kecil yang hanya dimiliki oleh pria, terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Ukurannya sekitar sebesar buah kenari dengan berat normal 20–30 gram pada pria dewasa. Organ ini membungkus uretra, saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar tubuh melalui penis. Karena posisinya yang strategis ini, setiap pembesaran prostat akan langsung mempengaruhi aliran urin. Secara anatomis, prostat dibagi menjadi beberapa zona yang memiliki fungsi dan risiko penyakit yang berbeda:
  1. Zona Perifer (Peripheral Zone). Mencakup sekitar 70% dari jaringan prostat dan terletak di bagian belakang (posterior). Zona ini adalah bagian yang dapat diraba saat dokter melakukan pemeriksaan colok dubur (DRE). Kebanyakan kanker prostat berasal dari zona ini. Zona perifer juga paling sering terkena prostatitis kronis.
  2. Zona Sentral (Central Zone). Mencakup sekitar 25% massa prostat dan mengelilingi duktus ejakulatorius (saluran yang membawa sperma). Zona ini berhubungan dengan vesikula seminalis, tempat penyimpanan cairan semen.
  3. Zona Transisi (Transitional Zone). Mencakup 5–10% jaringan prostat dan mengelilingi uretra. Zona ini adalah satu-satunya bagian prostat yang terus bertumbuh sepanjang hidup. Inilah sebabnya zona transisi adalah tempat utama terjadinya pembesaran prostat jinak.
  4. Stroma Fibromuskular Anterior. Zona non-kelenjar yang memberikan dukungan struktural pada prostat.

Read More
0 Comments

Topik ke-581: Pembohong Patologis, Ketika Dusta Menjadi Kebiasaan

31/7/2026

0 Comments

 
Picture
 

Pendahuluan
Mungkin kita semua pernah berbohong. Entah itu white lie untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, atau alasan kecil agar tidak terlambat masuk kerja misalnya. Penelitian bahkan menunjukkan rata-rata orang dewasa berbohong sekitar 1,65 kali sehari! Tapi bagaimana jika seseorang berbohong setiap hari, berulang kali, tanpa tujuan yang jelas, bahkan saat tidak ada keuntungan yang bisa didapat? Itulah yang disebut pathological lying (berbohong patologis) atau pseudologia fantastica, sebuah kondisi di mana dusta menjadi kebiasaan yang tidak terkendali. Siapa yang pernah bertemu dengan orang seperti ini? Mungkin rekan kerja yang selalu punya cerita heroik, atau anggota keluarga yang terus-menerus mengaku sakit padahal tidak. Mereka bukan "pembohong biasa", mereka mungkin sedang bergulat dengan kondisi yang tidak mereka sadari.

Sejarah di Belakang Istilah
Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh psikiater Jerman Anton Delbrück pada tahun 1891 untuk menggambarkan perilaku orang yang berbohong secara berlebihan hingga dianggap patologis. Meskipun sudah dikenal lebih dari satu abad, pathological lying hingga kini belum diakui sebagai diagnosis resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini nyata, berdampak serius pada kehidupan penderitanya, dan mungkin layak diakui sebagai entitas diagnostik tersendiri. Pathological lying berbeda dengan confabulation (pembuatan cerita palsu tanpa sadar, sering terjadi pada demensia atau cedera otak), dan berbeda juga dengan malingering (berbohong untuk keuntungan yang jelas, seperti klaim asuransi palsu.


Read More
0 Comments

Topik ke-580: Kecanduan, Ketika Otak Kehilangan Kemampuan Bilang 'Cukup'

24/7/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa seseorang bisa terus menerus melakukan perilaku tertentu, atau tidak bisa lepas mengkonsumsi sesuatu, meskipun sudah jelas-jelas merusak kesehatan, keuangan, dan hubungan dengan orang-orang terdekat? Mengapa logika dan kemauan seolah "kalah" melawan dorongan yang tak terkendali? Jawabannya terletak pada pemahaman bahwa kecanduan (addiction) adalah penyakit otak kronis. Bukan sekadar kurangnya kemauan atau kelemahan karakter. Ini adalah gangguan pada sistem reward, motivasi, dan memori di otak yang mengubah cara seseorang merespons zat atau perilaku tertentu.

Definisi dan Konsep Dasar Kecanduan
Kecanduan didefinisikan sebagai gangguan kronis pada sistem otak yang melibatkan reward, motivasi, dan memori. Seseorang dengan kecanduan akan:
  • Kehilangan kendali, tidak mampu menjauh dari zat atau menghentikan perilaku adiktif.
  • Keinginan yang meningkat, hasrat yang kuat untuk menggunakan zat atau melakukan perilaku.
  • Mengabaikan konsekuensi, perilaku tetap berlanjut meskipun sudah menimbulkan masalah serius.
  • Kurang respons emosional, terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.


Read More
0 Comments

Topik ke-579: Cognitive Walking, Jalan Santai yang Mengajak Otak dan Tubuh Bekerja Sama

10/7/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Sebelumnya saya sudah menulis tentang berjalan kaki dan manfaatnya bagi kesehatan. Tentang bagaimana jalan kaki mencegah diabetes, memperkuat jantung, menyehatkan otak, mengurangi depresi, dan menurunkan risiko kanker. Tapi ternyata jalan kaki biasa pun bisa menjadi "latihan otak" jika dilakukan dengan cara yang tepat. Bukan dengan gerakan aneh, melainkan melakukan aktivitas berjalan kaki dengan “kesadaran penuh”. Tanpa gangguan, tanpa ponsel, tanpa musik. Ini disebut silent walking atau mindful walking. Anda tetap berjalan maju seperti biasa, tapi otak Anda ikut aktivitasnya. Penelitian membuktikan bahwa jalan kaki dengan fokus dapat meningkatkan kreativitas hingga 60%, melatih konsentrasi, dan memberi efek "reset" bagi sistem saraf yang lelah. Saya menyebutnya dengan “Cognitive Walking” atau “Berjalan dengan fungsi Kognitif.”

Jalan Biasa vs. Jalan yang "Melatih Otak"
Jalan biasa yang kita lakukan setiap hari, mungkin sambil lihat HP, dengar musik, atau melamun, adalah gerakan automatis. Tubuh bergerak, tapi otak tidak diajak ikut “olahraga”. Ini baik untuk kesehatan kardiovaskular, tapi kurang menantang untuk sistem saraf dan otak kita. Sebaliknya, jalan dengan kesadaran penuh (mindful walking) mengajak otak untuk:
  • Memproses informasi sensorik, merasakan setiap langkah, perubahan permukaan tanah, suara sekitar.
  • Menjaga keseimbangan dinamis, dengan fokus pada postur dan gerakan.
  • Melatih konsentrasi, pikiran tidak boleh mengembara, harus "hadir" di momen aktivitas berjalan,
  • Menghubungkan tubuh dan pikiran dengan cara koordinasi antara gerakan fisik dan kesadaran mental.
Inilah yang disebut cognitive walking. Bukan sekadar berjalan, tapi berjalan dengan kehadiran penuh.


Read More
0 Comments

Topik ke-578: Buta Warna Emosional, Alexithymia dan Rendahnya Kecerdasan Emosi

26/6/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernah bertemu seseorang yang terlihat "dingin", "kaku", atau "sulit ditebak"? Saat diajak bicara tentang perasaan, jawabannya selalu "biasa saja" atau "baik-baik saja”, meskipun situasi sedang berat. Atau pernahkah Anda sendiri kesulitan menemukan kata untuk menggambarkan apa yang sedang dirasakan? Mungkin bukan karena tidak peduli atau "sok kuat". Bisa jadi yang dialami adalah alexithymia, sebuah kondisi psikologis di mana seseorang kesulitan mengidentifikasi, memahami, dan mengungkap-kan emosi dirinya sendiri. Istilah ini diciptakan oleh psikiater Harvard, Peter Sifneos, pada tahun 1972. Dari bahasa Yunani: a (tidak) + lexis (kata) + thymos (emosi). Jadi secara harfiah berarti "tidak ada kata untuk emosi".

Rendahnya Kecerdasan Emosi
Di sisi lain, ada istilah yang mungkin lebih familier, yaitu emotional intelligence (EQ) atau “kecerdasan emosi.” Orang dengan EQ rendah juga kesulitan dengan emosi. Tapi bedanya, mereka bisa "melihat" emosi, hanya saja tidak tahu apa yang harus dilakukan dengannya. Jadi alexithymia adalah seperti “buta warna” emosional, saat tidak bisa melihat warna sama sekali. Sementara EQ rendah adalah seperti memiliki penglihatan warna yang buruk, saat bisa melihat warna, tapi tidak bisa membedakannya atau tidak tahu warna apa yang cocok untuk situasi tertentu. Keduanya sering tumpang tindih, dan penelitian menunjukkan bahwa alexithymia berkorelasi negatif dengan kecerdasan emosi. Semakin parah alexithymia, maka semakin rendah EQ seseorang.  


Read More
0 Comments

Topik ke-577: Mata Terjaga - Hati Tersiksa, Saat Begadang Jadi Bumerang Kesehatan

12/6/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernah merasa bangun tidur setelah begadang, mulut terasa pahit, badan berat seperti habis dihajar, dan bahkan mungkin mata mulai sedikit kekuningan? Itu bukan cuma pertanda kurang tidur, melainkan alarm biologis bahwa hati Anda sedang "berteriak" minta istirahat. Di era modern, apa lagi bagi generasi Y (milenial) dan Z, begadang sudah seperti gaya hidup. Deadline pekerjaan, tugas kuliah, drama Korea, atau sekadar scroll media sosial, semuanya "membenarkan" mata terjaga hingga larut malam. Ada yang bangga dengan gelar "kalong", ada yang merasa tidak masalah karena "nanti tidur siang" atau "akhir pekan bayar utang tidur." Esensi sebenarnya, begadang secara perlahan menjadi bumerang yang menghancurkan hati dan seluruh metabolisme tubuh. Namun ada cara untuk meminimalkan dampaknya, terutama bagi mereka yang terpaksa begadang karena pekerjaan shift malam, menjaga anggota keluarga yang sakit, atau alasan kuat lainnya.

Mengenal Enzim Hati
Sebelum membahas dampak begadang, kita harus paham dulu apa yang diukur di laboratorium. Hati (liver) memproduksi beberapa enzim yang kadarnya dalam darah menjadi cermin kesehatan organ hati. Empat enzim utama yang biasanya diperiksa dalam tes fungsi hati adalah:
  1. SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase). Dikenal juga dengan nama ALT (Alanine Transaminase), adalah enzim yang paling spesifik untuk memeriksa fungsi hati. Nilai normalnya: 4-36 U/L.
  2. SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase). Dinkel juga dengan AST (Aspartate Transaminase) walaupun ditemukan juga di jantung dan otot sehingga kurang spesifik, tapi tetap diperiksa. Normal: 5-30 U/L.
  3. ALP (Alkaline Phosphatase), adalah enzim yang terkait dengan saluran empedu. Normal: 30-120 U/L.
GGT (Gamma-Glutamyl Transferase). Enzim hati ini sensitif terhadap alkohol dan obat-obatan, sehingga bisa menilai fungsi hati akibat obat. Normal: 6-50 U/L.


Read More
0 Comments

Topik ke-576: Marburg Virus, Kembalinya Virus Mematikan dari Keluarga Ebola

5/6/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernah mendengar virus Marburg? Mungkin namanya tidak sepopuler Ebola, padahal mereka berasal dari keluarga virus yang sama (Filoviridae) dan sama-sama mematikan. Kabar terbaru datang dari Afrika Timur. Pada Januari 2026, Ethiopia baru saja menyatakan wabah Marburg pertamanya berakhir setelah 19 kasus dengan tingkat kematian 64,3%. Sebelumnya, Rwanda juga mengalami wabah pada akhir 2024 dengan 66 kasus. Namun, ada kabar baik yang sangat penting, yaitu tingkat kematian di Rwanda hanya 22,7%, jauh lebih rendah dari rata-rata historis 24-88%. Rahasianya adalah deteksi dini, perawatan suportif yang agresif, dan penggunaan obat investigasional seperti Remdesivir serta terapi antibodi monoklonal. Ini membuktikan bahwa Marburg tidak selalu berarti kematian,  asalkan ditangani dengan cepat dan benar.

Sepupu Ebola yang Sama Mematikannya
Virus Marburg pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967 setelah wabah di laboratorium di Marburg dan Frankfurt (Jerman) serta Beograd (Serbia). Saat itu, peneliti terpapar dari monyet hijau Afrika (Chlorocebus aethiops) yang diimpor dari Uganda. Sejak saat itu, wabah sporadis telah terjadi di berbagai negara Afrika, termasuk Angola, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Ghana, Guinea Khatulistiwa, Tanzania, Kenya, Rwanda, dan terbaru Ethiopia. Virus Marburg adalah hemorrhagic fever virus (virus demam berdarah), sama seperti Ebola, Dengue, atau yellow fever. Artinya, virus ini dapat menyebabkan perdarahan di berbagai organ, kebocoran pembuluh darah, syok, hingga kegagalan multiorgan. Sumber alami (natural reservoir) virus ini adalah kelelawar buah (Egyptian rousette bat, Rousettus aegyptiacus). Kelelawar ini tidak sakit karena virus, tapi bisa menularkannya ke manusia melalui kontak dengan urine, feses, air liur, atau darah mereka. Manusia kemudian menularkan ke manusia lain melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau permukaan yang terkontaminasi.


Read More
0 Comments

Topik ke-575: Godzilla Heat Waves Melanda, Siapkah Tubuh Anda Bertahan

22/5/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pada tanggal 15 Mei 2026 yang lalu, para ilmuwan dari Ingris dan NASA mengeluarkan peringatan keras: "Godzilla El Nino sedang terbentuk di Samudra Pasifik”. Suhu permukaan laut telah naik dengan cepat dalam beberapa minggu terakhir, melampaui ambang batas yang digunakan untuk mengidentifikasi awal kondisi El Nino. El Nino super ini bisa memicu lebih banyak kebakaran hutan dan memperparah kabut asap (haze) di seluruh Asia Tenggara. Malaysia dan Thailand sudah mulai merasakan gelombang panas ekstrem. Malaysia bahkan melakukan operasi hujan buatan (cloud seeding) untuk mengatasi kekeringan di wilayah penghasil beras mereka. Seperti yang dikatakan Profesor Chris Brierley dari University College London, "apakah ini disebut 'Godzilla' El Nino atau tidak, itu tidak penting bagi mereka yang sedang menderita dampaknya."

Godzilla El Nino
"Godzilla El Nino" bukan sekadar istilah keren untuk cuaca panas biasa. Ini adalah fenomena iklim yang terjadi hanya dua hingga tiga kali dalam satu dekade, ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik tengah yang ekstrem. Dampaknya pada Asia Tenggara akan lebih panas, dan lebih kering. Tapi ironisnya, panas yang sama juga bisa memicu hujan lebat mendadak dan banjir lokal. Ini yang disebut para ilmuwan sebagai perfect storm. Kekeringan berkepanjangan mengeringkan lahan dan hutan, meningkatkan risiko kebakaran dan kabut asap. Ketika hujan akhirnya turun, tanah yang keras dan kering tidak bisa menyerap air dengan cepat, menyebabkan banjir bandang. Pola ini sudah terjadi berulang kali, yaitu pada 1997, 2015, dan 2016; yang selalu diikuti oleh lonjakan kasus penyakit pernapasan (akibat kabut asap), dehidrasi, gagal ginjal, hingga heatstroke.


Read More
0 Comments
<<Previous
    Home >> Medical Articles >> 2026

    Medical Articles 2026

    Picture
    Lihat daftar artikel lainnya, click pada gambar

    Picture
    Panduan komprehensif untuk mereka yang menuju atau telah memasuki masa purna bakti.

    Bila Anda suka dengan blog ini, silakan "like" artikelnya di bagian bawah setiap artikel dan silakan menikmati artikel lainnya pada blog tahun 2023. Click di sini.

    Picture

    Author

    Dr. Indra K. Muhtadi adalah seorang Health Influencer dan konsultan pada berbagai professional training di Indonesia.

    Sebagai dokter, ia sangat piawai memberikan konsultasi kesehatan dengan bahasa ringan sehingga membuat masalah medis menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami.

    Click di sini untuk berkonsultasi dengan Dr. Indra

    These Blogs are written in Bahasa Indonesia. I hope these blogs can help those who search the information about the topic discussed in the radio.  Feel free to give comments and if you need an English version of the content from these blogs, please don't hesitate to contact me.


    Instagram Follow Dr. Indra on Instagram
    Follow @indrakm

    Archives

    September 2026
    August 2026
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026

    Categories

    All
    Alexithymia & Rendahnya EQ
    Ancaman Untuk DIpahami
    Begadang Jadi Bumerang
    BPH Vs. Kanker Prostat
    Buta Warna Emosional
    Campak Pada Dewasa
    Cognitive Walking
    Dari Dandang Ke Rice Cooker
    Flu Biasa Yang Tidak Biasa
    Godzilla Heat Waves Melanda
    Hantavirus
    HbA1c
    Heat Acne
    Hormon-Hormon Bahagia
    Jerawat Di Musim Kemarau
    Jurnal Perjalanan Gula Darah
    Kecanduan
    Lebih Mematikan
    Marburg Virus
    Mata Terjaga - Hati Tersiksa
    Mengenal Glutamat Dengan Bijak
    Papilloma Dan Kutil
    Paradoks Tekanan Darah
    Parkinson Tak Kenal Usia
    Pembohong Patologis
    Probiotik Dan Prebiotik
    Puasa Saat Tubuh Tidak Baik-Baik Saja
    Ramadan Tanpa Lelah
    Sama Penting Tapi Tidak Sama
    Satu Virus Banyak Wajah
    Senior Untuk Hebat
    Super Flu
    Tikus Jadi Bom Waktu Mematikan
    Virus Mematikan Dari Keluarga Ebola
    Virus Nipah


    Saya tidak mencantumkan rujukan atau sumber dari artikel yang saya tulis, karena akan menambah panjang body dari posting-an blog-nya.
    Bila ada yang memerlukan silakan hubungi saya di contac me. Saya dengan senang hati akan menginfokannya.


    Disclaimer

    All data and statements in all articles in these blogs on this website were true at the time of writing. Some update may be required.

    The Content is not intended to be a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment. Always seek the advice of your physician or other qualified health provider with any questions you may have regarding a medical condition.

    Picture
    Terima kasih untuk mendukung usaha saya dan berbagi informasi
    Thank you for supporting my effort and sharing my knowledge


    Picture

    Infographic
    of the week
    Picture
    Papilloma dan Kutil, Satu Virus Banyak Wajah

    Navigation:
    Back to Blog Main Page
    Back to Blog Index

    RSS Feed

Proudly powered by Weebly