Dr. Indra K. Muhtadi - "dokter plus"
  • Home
    • My Curriculum Vitae
    • Dr. Indra on Media
  • What's New
  • Dr. Indra's Books
    • Book: "SENIOR untuk HEBAT"
    • Book: "STRES untuk HEBAT"
    • Book: "SEHAT untuk HEBAT"
    • Book: "Revolusi Mental"
  • Blog: Medical Articles
    • Blog Index (A to Z)
    • Blog Index (by category)
    • Blog Articles: 2026
    • Blog Articles: 2025
    • Blog Articles: 2024
    • Blog Articles: 2023
    • Blog Articles: 2022
    • Blog Articles: 2021
    • Blog Articles: 2020
    • Blog Articles: 2019
    • Blog Articles: 2018
    • Blog Articles: 2017
    • Blog Articles: 2016
    • Blog Articles: 2015
    • Blog Articles: 2014
    • Blog Articles: 2013
    • Blog Articles: 2012
    • Blog Articles: 2011
    • Blog Articles: 2010
  • Health & Wellness Influencer & Motivator
    • Retirement Preparation from Health Point of View
    • Stres untuk Hebat
    • Health Topic Seminars
    • The Secret of Healthy Life Style
    • Company Health Management
    • Stop Smoking Course
    • Quality Service Excellent
    • Change Leadership Training and Self Improvement
    • Smile in Assertive Communication
    • Assertive Communication Skills
    • Employee Counseling for Productivity
    • Managerial Skills and Self Leadership Skills
    • Motivation and Job Satisfaction
  • Health Consultant (Praktek)
    • Adult Vaccination
  • Health Calculator
    • BMI Calculator
    • Advanced BMI Calculator
    • BMI Calculator for Children
    • Ideal Body Weight Calculator
    • Exercise Calorie Calculator
    • Daily Calorie Calculator
    • Liquid Calorie Calculator
  • Health Tips Video
  • Health Pictures
  • My Travel and Other Blog
  • ABN Group
  • References & Partners
  • Contact Me

Topik ke-572: Senior untuk Hebat, Bukan Sekadar Panjang Umur Tapi Berkualitas Sampai Akhir

24/4/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernahkah Anda melihat seorang kakek berusia 75 tahun masih bersepeda keliling komplek dengan badan bugar, sementara teman sebayanya yang lain sudah duduk di kursi roda dan lupa siapa nama cucu sendiri? Apa perbedaannya? Bukan keberuntungan atau genetik semata. Tapi pilihan. Selama ini kita terlalu sibuk mengejar life span (panjang umur). Kita bangga kalau ada yang hidup sampai 90 tahun. Tapi jarang bertanya, 90 tahun itu dalam keadaan bagaimana, apakah masih bisa jalan, masih bisa tertawa, masih bisa menggendong cucu; atau 30 tahun terakhir hanya dihabiskan bolak-balik rumah sakit.

Kesenjangan yang Tidak Boleh Diabaikan
Berdasarkan data BPS dan Kemenkes, harapan hidup saat lahir di Indonesia saat ini sekitar 71,7 tahun. Tapi Healthy Life Expectancy (HALE) atau “harapan hidup dalam kondisi sehat,” hanya sekitar 62,5 tahun. Artinya, rata-rata ada 9,2 tahun ketika seseorang mungkin masih hidup, tetapi sudah kehilangan sebagian atau seluruh kemandiriannya karena penyakit kronis, disabilitas, atau penurunan fungsi tubuh. Sembilan tahun lebih itu bukan sekadar angka statistik. Itu adalah potensi tahun-tahun yang seharusnya dapat diisi dengan berkumpul bersama keluarga, menikmati hobi, atau tetap berkontribusi. Tapi justru terampas oleh keterbatas-an kesehatan. Dan kabar baiknya, bahwa ini bukan takdir. Ini adalah akumulasi pilihan. Penyebab utama kesenjangan itu adalah gaya hidup yang dijalani selama ini yang men-jelma menjadi penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dikelola atau dicegah. Kondisi yang tidak datang tiba-tiba, tetapi merayap pelan selama 20-30 tahun sebelumnya.


Read More
0 Comments

Topik ke-571: Parkinson Tak Kenal Usia, Waspadai Gaya Hidup Sejak Muda

17/4/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernah melihat seseorang dengan tangan yang gemetar tak terkendali, lalu Anda berpikir, "Oh, pasti Parkinson." Atau sebaliknya, Anda merasa lupa-lupa terus dan berkata, "Ah, wajar lah, mulai tua." Tapi bagaimana jika gemetar itu muncul di usia 30 tahun? Atau mudah lupa itu ternyata bukan karena stres, melainkan awal dari penyakit neurodegeneratif yang selama ini kita kaitkan dengan lansia? Hari Parkinson Sedunia baru saja diperingati pada 11 April 2026 lalu. Tapi di Indonesia, masih banyak yang belum paham bahwa Parkinson bukan hanya tentang tremor, dan yang lebih mengejutkan penyakit ini kini menyerang usia produktif, bahkan remaja.

Fakta Sejarah Menarik Parkinson
Penyakit ini sebenarnya sudah dikenal ribuan tahun lalu. Dalam pengobatan Ayurveda kuno (~1000 SM), kondisi bernama Kampavata yang gejalanya sangat mirip Parkinson bahkan sudah diobati dengan tanaman Mucuna pruriens, yang belakangan diketahui secara alami mengandung levodopa, obat utama Parkinson hingga saat ini. Dokter Romawi kuno bernama Galenus (129–200 M) juga sudah membedakan tremor saat istirahat versus tremor saat bergerak. Namun, baru pada tahun 1817, seorang dokter sekaligus ahli geologi asal London bernama James Parkinson menerbitkan esai berjudul "An Essay on the Shaking Palsy" setebal 66 halaman. Uniknya, dari 6 kasus yang ia laporkan, 3 di antaranya ia amati hanya dari berjalan di jalanan London. Baru 60 tahun kemudian, Jean-Martin Charcot yang dijuluki "Bapak Neurologi Klinis" mengusulkan nama "La Maladie de Parkinson" untuk menghormati James Parkinson, sekaligus melengkapi gejala inti yang tidak disebut oleh James. Kini, bunga tulip merah-putih atau "James Parkinson Tulip" menjadi simbol Hari Parkinson Sedunia setiap 11 April, hari ulang tahun James Parkinson.


Read More
0 Comments

Topik ke-570: Campak pada Dewasa, Ketika Penyakit “Anak-Anak” Lebih Mematikan

3/4/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Maret 2026, dunia medis Indonesia dikejutkan oleh sebuah kabar duka. Seorang dokter muda berusia 25 tahun, seorang intern di Rumah Sakit Umum Daerah Pagelaran, Cianjur, meninggal dunia. Bukan karena kecelakaan atau penyakit kronis yang sudah lama diderita. Penyebabnya? Campak.  Penyakit yang selama ini kita anggap "biasa" dan hanya menyerang anak-anak. Ternyata, campak pada dewasa bisa jauh lebih berbahaya, bahkan mematikan. Dokter muda itu diduga terpapar virus saat merawat pasien campak pada 8 Maret, terus bekerja meskipun sudah mulai merasakan demam pada 18 Maret. Gejalanya memburuk, ruam menyebar, kesadaran menurun, dan pada 26 Maret, ia dipanggil Yang Maha Kuasa. Kasus ini bukan sekadar berita sedih. Ini adalah alarm keras bagi kita semua bahwa campak tidak mengenal usia. Dan pada orang dewasa, komplikasinya bisa menghancurkan jantung dan otak.

Campak pada Dewasa Lebih Berbahaya
Kita tumbuh dengan pemahaman bahwa campak adalah "penyakit masa kecil". Dulu, hampir semua anak mengalaminya, dan setelah sembuh, mereka kebal seumur hidup. Tapi pemahaman itu sudah tidak sepenuhnya relevan saat ini. Seorang dewasa bisa terkena campak jika:
  1. Tidak pernah mendapatkan vaksin campak saat kecil. Cakupan imunisasi di Indonesia pernah turun drastis, terutama setelah pandemi COVID-19. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, cakupan imunisasi campak rubella dosis kedua turun dari 86,6% (2023) menjadi 77,6% tahun lalu. Angka ini jauh di bawah standar WHO yang 95% untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).
  2. Belum pernah terpapar virus campak secara alami. Jika Anda selamat dari masa kecil tanpa terkena campak dan tanpa vaksin, maka Anda tidak memiliki antibodi.

Read More
0 Comments
    Home >> Medical Articles >> 2026

    Medical Articles 2026

    Picture
    Lihat daftar artikel lainnya, click pada gambar

    Picture
    Panduan komprehensif untuk mereka yang menuju atau telah memasuki masa purna bakti.

    Bila Anda suka dengan blog ini, silakan "like" artikelnya di bagian bawah setiap artikel dan silakan menikmati artikel lainnya pada blog tahun 2023. Click di sini.

    Picture

    Author

    Dr. Indra K. Muhtadi adalah seorang Health Influencer dan konsultan pada berbagai professional training di Indonesia.

    Sebagai dokter, ia sangat piawai memberikan konsultasi kesehatan dengan bahasa ringan sehingga membuat masalah medis menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami.

    Click di sini untuk berkonsultasi dengan Dr. Indra

    These Blogs are written in Bahasa Indonesia. I hope these blogs can help those who search the information about the topic discussed in the radio.  Feel free to give comments and if you need an English version of the content from these blogs, please don't hesitate to contact me.


    Instagram Follow Dr. Indra on Instagram
    Follow @indrakm

    Archives

    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026

    Categories

    All
    Alexithymia & Rendahnya EQ
    Ancaman Untuk DIpahami
    Begadang Jadi Bumerang
    Buta Warna Emosional
    Campak Pada Dewasa
    Cognitive Walking
    Dari Dandang Ke Rice Cooker
    Flu Biasa Yang Tidak Biasa
    Godzilla Heat Waves Melanda
    Hantavirus
    HbA1c
    Hormon-Hormon Bahagia
    Jurnal Perjalanan Gula Darah
    Lebih Mematikan
    Marburg Virus
    Mata Terjaga - Hati Tersiksa
    Mengenal Glutamat Dengan Bijak
    Paradoks Tekanan Darah
    Parkinson Tak Kenal Usia
    Probiotik Dan Prebiotik
    Puasa Saat Tubuh Tidak Baik-Baik Saja
    Ramadan Tanpa Lelah
    Sama Penting Tapi Tidak Sama
    Senior Untuk Hebat
    Super Flu
    Tikus Jadi Bom Waktu Mematikan
    Virus Mematikan Dari Keluarga Ebola
    Virus Nipah


    Saya tidak mencantumkan rujukan atau sumber dari artikel yang saya tulis, karena akan menambah panjang body dari posting-an blog-nya.
    Bila ada yang memerlukan silakan hubungi saya di contac me. Saya dengan senang hati akan menginfokannya.


    Disclaimer

    All data and statements in all articles in these blogs on this website were true at the time of writing. Some update may be required.

    The Content is not intended to be a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment. Always seek the advice of your physician or other qualified health provider with any questions you may have regarding a medical condition.

    Picture
    Terima kasih untuk mendukung usaha saya dan berbagi informasi
    Thank you for supporting my effort and sharing my knowledge


    Picture

    Infographic
    of the week
    Picture
    Cogntive Walking, Jalan Santai yang Mengajak Tubuh dan Otak Bekerja Sama

    Navigation:
    Back to Blog Main Page
    Back to Blog Index

    RSS Feed

Proudly powered by Weebly