Dr. Indra K. Muhtadi - "dokter plus"
  • Home
    • My Curriculum Vitae
    • Dr. Indra on Media
  • What's New
  • Dr. Indra's Books
    • Book: "SENIOR untuk HEBAT"
    • Book: "STRES untuk HEBAT"
    • Book: "SEHAT untuk HEBAT"
    • Book: "Revolusi Mental"
  • Blog: Medical Articles
    • Blog Index (A to Z)
    • Blog Index (by category)
    • Blog Articles: 2026
    • Blog Articles: 2025
    • Blog Articles: 2024
    • Blog Articles: 2023
    • Blog Articles: 2022
    • Blog Articles: 2021
    • Blog Articles: 2020
    • Blog Articles: 2019
    • Blog Articles: 2018
    • Blog Articles: 2017
    • Blog Articles: 2016
    • Blog Articles: 2015
    • Blog Articles: 2014
    • Blog Articles: 2013
    • Blog Articles: 2012
    • Blog Articles: 2011
    • Blog Articles: 2010
  • Health & Wellness Influencer & Motivator
    • Retirement Preparation from Health Point of View
    • Stres untuk Hebat
    • Health Topic Seminars
    • The Secret of Healthy Life Style
    • Company Health Management
    • Stop Smoking Course
    • Quality Service Excellent
    • Change Leadership Training and Self Improvement
    • Smile in Assertive Communication
    • Assertive Communication Skills
    • Employee Counseling for Productivity
    • Managerial Skills and Self Leadership Skills
    • Motivation and Job Satisfaction
  • Health Consultant (Praktek)
    • Adult Vaccination
  • Health Calculator
    • BMI Calculator
    • Advanced BMI Calculator
    • BMI Calculator for Children
    • Ideal Body Weight Calculator
    • Exercise Calorie Calculator
    • Daily Calorie Calculator
    • Liquid Calorie Calculator
  • Health Tips Video
  • Health Pictures
  • My Travel and Other Blog
  • ABN Group
  • References & Partners
  • Contact Me

Topik ke-581: Pembohong Patologis, Ketika Dusta Menjadi Kebiasaan

31/7/2026

0 Comments

 
Picture
 

Pendahuluan
Mungkin kita semua pernah berbohong. Entah itu white lie untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, atau alasan kecil agar tidak terlambat masuk kerja misalnya. Penelitian bahkan menunjukkan rata-rata orang dewasa berbohong sekitar 1,65 kali sehari! Tapi bagaimana jika seseorang berbohong setiap hari, berulang kali, tanpa tujuan yang jelas, bahkan saat tidak ada keuntungan yang bisa didapat? Itulah yang disebut pathological lying (berbohong patologis) atau pseudologia fantastica, sebuah kondisi di mana dusta menjadi kebiasaan yang tidak terkendali. Siapa yang pernah bertemu dengan orang seperti ini? Mungkin rekan kerja yang selalu punya cerita heroik, atau anggota keluarga yang terus-menerus mengaku sakit padahal tidak. Mereka bukan "pembohong biasa", mereka mungkin sedang bergulat dengan kondisi yang tidak mereka sadari.

Sejarah di Belakang Istilah
Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh psikiater Jerman Anton Delbrück pada tahun 1891 untuk menggambarkan perilaku orang yang berbohong secara berlebihan hingga dianggap patologis. Meskipun sudah dikenal lebih dari satu abad, pathological lying hingga kini belum diakui sebagai diagnosis resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini nyata, berdampak serius pada kehidupan penderitanya, dan mungkin layak diakui sebagai entitas diagnostik tersendiri. Pathological lying berbeda dengan confabulation (pembuatan cerita palsu tanpa sadar, sering terjadi pada demensia atau cedera otak), dan berbeda juga dengan malingering (berbohong untuk keuntungan yang jelas, seperti klaim asuransi palsu.


Read More
0 Comments

Topik ke-580: Kecanduan, Ketika Otak Kehilangan Kemampuan Bilang 'Cukup'

24/7/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa seseorang bisa terus menerus melakukan perilaku tertentu, atau tidak bisa lepas mengkonsumsi sesuatu, meskipun sudah jelas-jelas merusak kesehatan, keuangan, dan hubungan dengan orang-orang terdekat? Mengapa logika dan kemauan seolah "kalah" melawan dorongan yang tak terkendali? Jawabannya terletak pada pemahaman bahwa kecanduan (addiction) adalah penyakit otak kronis. Bukan sekadar kurangnya kemauan atau kelemahan karakter. Ini adalah gangguan pada sistem reward, motivasi, dan memori di otak yang mengubah cara seseorang merespons zat atau perilaku tertentu.

Definisi dan Konsep Dasar Kecanduan
Kecanduan didefinisikan sebagai gangguan kronis pada sistem otak yang melibatkan reward, motivasi, dan memori. Seseorang dengan kecanduan akan:
  • Kehilangan kendali, tidak mampu menjauh dari zat atau menghentikan perilaku adiktif.
  • Keinginan yang meningkat, hasrat yang kuat untuk menggunakan zat atau melakukan perilaku.
  • Mengabaikan konsekuensi, perilaku tetap berlanjut meskipun sudah menimbulkan masalah serius.
  • Kurang respons emosional, terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.


Read More
0 Comments

Topik ke-579: Cognitive Walking, Jalan Santai yang Mengajak Otak dan Tubuh Bekerja Sama

10/7/2026

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Sebelumnya saya sudah menulis tentang berjalan kaki dan manfaatnya bagi kesehatan. Tentang bagaimana jalan kaki mencegah diabetes, memperkuat jantung, menyehatkan otak, mengurangi depresi, dan menurunkan risiko kanker. Tapi ternyata jalan kaki biasa pun bisa menjadi "latihan otak" jika dilakukan dengan cara yang tepat. Bukan dengan gerakan aneh, melainkan melakukan aktivitas berjalan kaki dengan “kesadaran penuh”. Tanpa gangguan, tanpa ponsel, tanpa musik. Ini disebut silent walking atau mindful walking. Anda tetap berjalan maju seperti biasa, tapi otak Anda ikut aktivitasnya. Penelitian membuktikan bahwa jalan kaki dengan fokus dapat meningkatkan kreativitas hingga 60%, melatih konsentrasi, dan memberi efek "reset" bagi sistem saraf yang lelah. Saya menyebutnya dengan “Cognitive Walking” atau “Berjalan dengan fungsi Kognitif.”

Jalan Biasa vs. Jalan yang "Melatih Otak"
Jalan biasa yang kita lakukan setiap hari, mungkin sambil lihat HP, dengar musik, atau melamun, adalah gerakan automatis. Tubuh bergerak, tapi otak tidak diajak ikut “olahraga”. Ini baik untuk kesehatan kardiovaskular, tapi kurang menantang untuk sistem saraf dan otak kita. Sebaliknya, jalan dengan kesadaran penuh (mindful walking) mengajak otak untuk:
  • Memproses informasi sensorik, merasakan setiap langkah, perubahan permukaan tanah, suara sekitar.
  • Menjaga keseimbangan dinamis, dengan fokus pada postur dan gerakan.
  • Melatih konsentrasi, pikiran tidak boleh mengembara, harus "hadir" di momen aktivitas berjalan,
  • Menghubungkan tubuh dan pikiran dengan cara koordinasi antara gerakan fisik dan kesadaran mental.
Inilah yang disebut cognitive walking. Bukan sekadar berjalan, tapi berjalan dengan kehadiran penuh.


Read More
0 Comments
    Home >> Medical Articles >> 2026

    Medical Articles 2026

    Picture
    Lihat daftar artikel lainnya, click pada gambar

    Picture
    Panduan komprehensif untuk mereka yang menuju atau telah memasuki masa purna bakti.

    Bila Anda suka dengan blog ini, silakan "like" artikelnya di bagian bawah setiap artikel dan silakan menikmati artikel lainnya pada blog tahun 2023. Click di sini.

    Picture

    Author

    Dr. Indra K. Muhtadi adalah seorang Health Influencer dan konsultan pada berbagai professional training di Indonesia.

    Sebagai dokter, ia sangat piawai memberikan konsultasi kesehatan dengan bahasa ringan sehingga membuat masalah medis menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami.

    Click di sini untuk berkonsultasi dengan Dr. Indra

    These Blogs are written in Bahasa Indonesia. I hope these blogs can help those who search the information about the topic discussed in the radio.  Feel free to give comments and if you need an English version of the content from these blogs, please don't hesitate to contact me.


    Instagram Follow Dr. Indra on Instagram
    Follow @indrakm

    Archives

    October 2026
    September 2026
    August 2026
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026

    Categories

    All
    Alexithymia & Rendahnya EQ
    Ancaman Untuk DIpahami
    Begadang Jadi Bumerang
    BPH Vs. Kanker Prostat
    Buta Warna Emosional
    Campak Pada Dewasa
    Cognitive Walking
    Dari Dandang Ke Rice Cooker
    Flu Biasa Yang Tidak Biasa
    Godzilla Heat Waves Melanda
    Hantavirus
    HbA1c
    Heat Acne
    Hormon-Hormon Bahagia
    Jerawat Di Musim Kemarau
    Jurnal Perjalanan Gula Darah
    Kecanduan
    Kenya Penyakit Jantung
    Kolesterol Normal
    Lebih Mematikan
    Marburg Virus
    Mata Terjaga - Hati Tersiksa
    Mengenal Glutamat Dengan Bijak
    Papilloma Dan Kutil
    Paradoks Tekanan Darah
    Parkinson Tak Kenal Usia
    Pembohong Patologis
    Probiotik Dan Prebiotik
    Puasa Saat Tubuh Tidak Baik-Baik Saja
    Ramadan Tanpa Lelah
    Sama Penting Tapi Tidak Sama
    Satu Virus Banyak Wajah
    Senior Untuk Hebat
    Super Flu
    Tikus Jadi Bom Waktu Mematikan
    Virus Mematikan Dari Keluarga Ebola
    Virus Nipah


    Saya tidak mencantumkan rujukan atau sumber dari artikel yang saya tulis, karena akan menambah panjang body dari posting-an blog-nya.
    Bila ada yang memerlukan silakan hubungi saya di contac me. Saya dengan senang hati akan menginfokannya.


    Disclaimer

    All data and statements in all articles in these blogs on this website were true at the time of writing. Some update may be required.

    The Content is not intended to be a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment. Always seek the advice of your physician or other qualified health provider with any questions you may have regarding a medical condition.

    Picture
    Terima kasih untuk mendukung usaha saya dan berbagi informasi
    Thank you for supporting my effort and sharing my knowledge


    Picture

    Infographic
    of the week
    Picture
    Flu Babi Bukan Disebabkan Virus, Kapan Harus Waspada

    Navigation:
    Back to Blog Main Page
    Back to Blog Index

    RSS Feed

Proudly powered by Weebly