"Pak, hasil cek kolesterol Bapak normal. Semua angkanya bagus." Kalimat itu sering menjadi akhir dari konsultasi. Pasien pulang dengan lega, merasa aman, dan berpikir bahwa penyakit jantung adalah ancaman yang sudah berhasil dihindari. Tapi tunggu dulu. Apakah benar kolesterol normal berarti bebas dari risiko serangan jantung? Faktanya, tidak. Ini adalah termasuk salah satu kesalahpahaman paling berbahaya di dunia kesehatan, karena di antara mereka yang memiliki LDL kolesterol "normal", 5,32% tetap didiagnosis penyakit jantung koroner dalam waktu 8 tahun. Angka ini bahkan bisa melonjak hingga 9,45% pada mereka yang memiliki risiko genetik tinggi. Lebih mengejutkan lagi, 56% pasien yang dirawat karena serangan jantung akut justru memiliki kadar LDL kolesterol yang normal.
Kolesterol Zat ini dibutuhkan tubuh untuk membangun sel, memproduksi hormon, dan membantu fungsi organ. Di dalam darah, kolesterol "berpergian" dengan bantuan protein pembawa yang disebut lipoprotein (2 yang utama):
- HDL (High-Density Lipoprotein) atau "Kolesterol Baik" bertugas mengambil kolesterol dari darah dan membawanya kembali ke hati untuk dibuang. Semakin tinggi HDL, semakin baik untuk kesehatan jantung.
- LDL (Low-Density Lipoprotein) atau "Kolesterol Jahat" yang membawa kolesterol ke bagian tubuh yang membutuhkan. Tapi jika kadarnya terlalu tinggi, LDL bisa menempel di dinding arteri, membentuk plak yang menyempitkan pembuluh darah.
Follow Dr. Indra on Instagram
RSS Feed