Nama “flu babi” belakangan ini, terutama di Bandung, mulai sering disebut kembali karena Dinas Kesehatan Jawa Barat baru saja melaporkan 65 kasus positif Influenza A (H1N1) yang terdeteksi di 27 kabupaten/kota, dan setengahnya berasal dari Kota Bandung. Kementerian Kesehatan juga mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, dengan positivity rate mencapai 56% pada Bulan September 2026. Flu babi (H1N1) bukanlah virus baru yang misterius. Ia pertama kali muncul sebagai pandemi pada tahun 2009, dan sejak pandemi dinyatakan berakhir pada Agustus 2010, virus ini telah menjadi salah satu virus flu musiman biasa yang beredar setiap tahun, seperti influenza tipe A dab B lainnya. Yang membuatnya kembali menjadi perhatian adalah karena gejalanya lebih berat dibanding flu biasa, dan tingkat penularannya lebih tinggi.
Flu babi, atau yang secara medis dikenal sebagai Influenza A (H1N1), adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A sub tipe H1N1. Nama “flu babi” berasal dari fakta bahwa gen virus ini awalnya sangat mirip dengan virus influenza yang biasanya menye-rang babi. Namun, virus yang beredar saat ini sudah menja-di virus flu manusia yang menular antara manusia, bukan dari babi ke manusia. Penting untuk diketahui bahwa seseorang tidak bisa tertular flu babi dengan makan daging babi. Virus influenza tidak menyebar melalui makanan.
Follow Dr. Indra on Instagram
RSS Feed