PProstat adalah kelenjar kecil seukuran kenari yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus uretra. Organ ini sering menjadi sumber kebingungan bagi pria, terutama saat memasuki usia 50 tahun ke atas. Dua kondisi yang paling sering muncul adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak, dan kanker prostat. Masalahnya, keduanya bisa memberikan gejala yang hampir sama, seperti sulit buang air kecil, sering kencing, pancaran lemah, atau rasa tidak tuntas setelah berkemih. Tapi keduanya berbeda. Satu adalah kondisi jinak yang umum terjadi pada penuaan, sementara yang lain adalah kanker ganas yang bisa menyebar ke organ lain. Di Indonesia, kanker prostat menjadi salah satu kanker paling umum pada pria, dengan peningkatan kasus hampir 400% dalam 20 tahun terakhir dan diperkirakan 13.000 kasus baru per tahun. Kedua hal ini sudah pernah kita bahas, tapi kini kita perdalam pemahaman tentang perbedaannya.
Prostat adalah kelenjar kecil yang hanya dimiliki oleh pria, terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Ukurannya sekitar sebesar buah kenari dengan berat normal 20–30 gram pada pria dewasa. Organ ini membungkus uretra, saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar tubuh melalui penis. Karena posisinya yang strategis ini, setiap pembesaran prostat akan langsung mempengaruhi aliran urin. Secara anatomis, prostat dibagi menjadi beberapa zona yang memiliki fungsi dan risiko penyakit yang berbeda:
- Zona Perifer (Peripheral Zone). Mencakup sekitar 70% dari jaringan prostat dan terletak di bagian belakang (posterior). Zona ini adalah bagian yang dapat diraba saat dokter melakukan pemeriksaan colok dubur (DRE). Kebanyakan kanker prostat berasal dari zona ini. Zona perifer juga paling sering terkena prostatitis kronis.
- Zona Sentral (Central Zone). Mencakup sekitar 25% massa prostat dan mengelilingi duktus ejakulatorius (saluran yang membawa sperma). Zona ini berhubungan dengan vesikula seminalis, tempat penyimpanan cairan semen.
- Zona Transisi (Transitional Zone). Mencakup 5–10% jaringan prostat dan mengelilingi uretra. Zona ini adalah satu-satunya bagian prostat yang terus bertumbuh sepanjang hidup. Inilah sebabnya zona transisi adalah tempat utama terjadinya pembesaran prostat jinak.
- Stroma Fibromuskular Anterior. Zona non-kelenjar yang memberikan dukungan struktural pada prostat.
Follow Dr. Indra on Instagram
RSS Feed