Ramadhan selalu datang dengan suasana yang hangat. Ada rasa rindu, semangat beribadah, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak orang menyiapkan diri dengan gembira seperti membersihkan rumah, merencanakan menu sahur dan berbuka, hingga menyusun target ibadah selama sebulan penuh. Namun kenyataannya, tidak semua orang menyambut Ramadhan dalam kondisi tubuh yang prima. Ada yang sedang sakit, menjalani pengobatan, baru selesai operasi, atau hidup dengan penyakit kronis. Justru dari sinilah kita perlu memahami satu hal penting bahwa agama tidak pernah diturunkan untuk menyulitkan, tetapi untuk menjaga dan melindungi manusia. Dan kita harus mengenal tanda yang diberikan tubuh, ketika lebih baik untuk tidak berpuasa.
Salah satu prinsip penting dalam ajaran agama Islam adalah ibadah tidak dimaksudkan untuk menyiksa manusia, melainkan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan tetap menjaga kesehatan. Dalam ajaran puasa, hal ini diwujudkan dengan adanya keringanan bagi mereka yang sakit. Orang yang sakit tidak diwajibkan berpuasa dan boleh menggantinya di lain waktu. Jika penyakitnya menahun, ada opsi fidyah, yaitu memberi makan orang membutuhkan. Artinya, selalu ada solusi tanpa paksaan yang membahayakan diri. Mengambil keringanan adalah bagian dari menjalankan ajaran agama itu sendiri.
Follow Dr. Indra on Instagram
RSS Feed