Dalam beberapa waktu terakhir, istilah Super Flu menjadi perbincangan luas di masyarakat Indonesia. Istilah ini muncul di media sosial, percakapan keluarga, lingkungan kerja, hingga ruang tunggu fasilitas kesehatan. Banyak orang merasakan gejala flu yang dianggap lebih berat, lebih lama, dan lebih melelahkan dibandingkan pengalaman mereka sebelumnya. Fenomena ini memunculkan dua respons yang sama-sama kuat yaitu kekhawatiran dan kebingungan. Kekhawatiran muncul karena masyarakat masih memiliki ingatan kolektif yang kuat terhadap pandemi COVID-19. Setiap kali muncul istilah baru yang berkaitan dengan penyakit menular, memori itu secara otomatis aktif kembali.
Ketakutan bukan hanya soal sakit, tetapi juga soal ketidakpastian, gangguan aktivitas, dan pengalaman traumatis yang belum sepenuhnya hilang. Kebingungan muncul karena apa yang dirasakan tubuh tidak sepenuhnya sejalan dengan pengetahuan lama tentang flu. Banyak orang merasa sudah pernah mengalami flu berkali-kali, namun kali ini sensasinya berbeda. Lebih berat, lebih lama, dan lebih mengganggu fungsi sehari-hari. Ketika pengalaman pribadi tidak cocok dengan pemahaman sebelumnya, muncullah ruang kosong yang kemudian diisi oleh istilah populer seperti Super Flu. Kekhawatiran karena kata “super” memberi kesan adanya penyakit baru yang lebih berbahaya. Kebingungan karena, di sisi lain, gejalanya tetap mirip dengan flu yang selama ini dikenal.
Follow Dr. Indra on Instagram
RSS Feed