Pernah mengalami ini? Anda bangun dari tempat tidur, lalu tiba-tiba dunia serasa berputar. Atau setelah duduk lama di kantor, Anda berdiri dan pandangan terasa gelap beberapa detik. "Ah, biasa," pikir Anda. "Mungkin kurang minum, atau kecapekan." Tapi ternyata, pusing saat berdiri bisa jadi alarm tubuh yang tidak boleh diabaikan. Bukan sekadar dehidrasi biasa misalnya, tapi sinyal dari sistem kelistrikan tubuh Anda, yang disebut sistem saraf otonom, sedang bermasalah. Lebih menariknya lagi, beberapa orang justru mengalami kebalikannya. Tekanan darah mereka melonjak saat berdiri. Atau naik drastis saat berbaring tidur. Satu tubuh, tiga kondisi berbeda, semua bikin pusing. Inilah yang saya sebut paradoks tekanan darah, ketika jantung sendiri "pusing" mengatur ritmenya.
Mari kita pahami dulu sistem canggih dalam tubuh. Setiap kali bergerak, dari berbaring ke duduk atau dari duduk ke berdiri, gravitasi langsung bekerja. Darah yang tadinya tersebar merata, tiba-tiba tertarik ke kaki. Dalam kondisi normal, tubuh langsung bereaksi dengan mengerutkan pembuluh darah di kaki, denyut jantung sedikit meningkat. Semua terjadi otomatis, tanpa disadari. Sutradaranya adalah sistem saraf otonom, sistem yang mengatur semua fungsi otomatis tubuh seperti tekanan darah, denyut jantung, pernapasan, pencernaan, bahkan keringat. Bekerja 24 jam tanpa libur, tanpa perlu diperintah. Tapi pada sebagian orang, sistem canggih ini mulai kacau. Respon terhadap perubahan posisi menjadi tidak tepat. Akibatnya, tekanan darah bisa bereaksi dengan tiga cara berbeda:
- Orthostatic hypotension, tensi turun saat berdiri
- Orthostatic hypertension, tensi naik saat berdiri
- Supine hypertension, tensi tinggi saat berbaring.
Follow Dr. Indra on Instagram
RSS Feed