Pernah melihat benjolan kecil kasar di jari atau telapak kaki? Atau tumbuhan daging di leher, kelopak mata, atau area kelamin? Dalam istilah medis, pertumbuhan ini disebut papilloma yang dalam bahasa sehari-hari, lebih dikenal sebagai kutil atau wart. Papilloma sebenarnya adalah tumor jinak pada kulit yang berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Bentuknya bervariasi; ada yang datar, ada yang menonjol seperti kembang kol (cauliflower-like), ada yang berduri halus, atau seperti kutil di telapak kaki (plantar wart). Yang menarik adalah bahwa semua kutil disebabkan oleh satu keluarga virus yang sama yaitu Human Papillomavirus (HPV). Namun, dari satu virus ini, muncul berbagai macam "wajah" yang berbeda. Dari kutil biasa di jari, kutil di telapak kaki, kutil kelamin, hingga pertumbuhan di dalam hidung atau mulut. Bahkan, beberapa jenis HPV juga bisa menyebabkan kanker.
Papilloma adalah istilah medis untuk tumor jinak yang tumbuh di kulit atau selaput lendir (mukosa). Ketika muncul di kulit, istilah yang lebih populer adalah kutil atau wart. HPV (Human papillomavirus) adalah biang keladi dari semua ini. Ada lebih dari 100 tipe HPV yang telah diidentifikasi. Beberapa tipe menyebabkan kutil di kulit tangan, kaki, atau wajah, sementara yang lain menyebab-kan kutil di area kelamin atau bahkan kanker. Kutil dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling umum terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Sebagian besar kutil sebenarnya tidak berbahaya dan sekitar dua pertiga kutil bahkan bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 tahun. Namun, karena kutil bisa mengganggu penampilan, menimbulkan rasa sakit, atau menular ke orang lain, banyak orang memilih untuk mengobatinya.
Virus HPV yang sama dapat menyebabkan berbagai jenis kutil yang tampak berbeda, tergantung di mana ia tumbuh:
- Kutil Biasa (Verruca Vulgaris). Ini adalah jenis kutil yang paling sering kita lihat. Kutil biasa adalah pertumbuhan keras dengan permukaan kasar, biasanya berbentuk bulat atau tidak beraturan, dan berwarna abu-abu muda, kuning, cokelat, atau abu-abu-hitam. Ukurannya biasanya kurang dari 1 cm. Kutil ini sering muncul di area yang sering mengalami cedera, seperti jari, siku, lutut, dan wajah. Kutil biasa juga bisa menyebar ke kulit di sekitarnya. Ciri khasnya jika diperhatikan, kadang ada bintik-bintik kecil gelap di dalamnya yang sebenarnya pembuluh darah beku.
- Kutil Telapak Tangan/Kaki (Plantar/Palmar Warts). Kutil yang tumbuh di telapak kaki disebut plantar wart, sedangkan yang di telapak tangan disebut palmar wart. Keduanya cenderung keras dan datar, dengan permukaan kasar dan pinggiran yang jelas. Karena tekanan dari berat tubuh saat berdiri atau berjalan, kutil plantar sering menjadi rata dan "tenggelam" ke dalam kulit, sehingga bisa sangat menyakitkan. Ciri khas plantar wart, jika dokter mengikis permukaannya, akan terlihat banyak bintik kecil berdarah (seperti titik-titik). Inilah yang membedakannya dari kapalan atau mata ikan. Kutil plantar yang bergerombol dan menyatu disebut kutil mozaik.
- Kutil di Sekitar Kuku (Periungual Warts). Jenis ini tumbuh di sekitar atau di bawah kuku tangan dan kaki. Bentuknya seperti kembang kol dan bisa menebal, menyebabkan kuku kehilangan kutikula. Kutil ini lebih sering terjadi pada orang yang punya kebiasaan menggigit kuku atau memiliki pekerjaan yang membuat tangan mereka sering basah (misalnya pencuci piring atau bartender). Infeksi kulit sekunder seperti cantengan atau paronikia, juga bisa terjadi di sekitar kuku akibat kutil ini.
- Kutil Filiform. Kutil ini berbentuk panjang, sempit, seperti cabang membuatnya sangat khas dan mudah dikenali. Biasanya muncul di kelopak mata, wajah, leher, atau bibir. Karena lokasinya yang sangat terlihat dan bentuknya yang unik, kutil jenis ini sering membuat orang tidak nyaman secara estetika, tapi umumnya mudah diobati.
- Kutil Datar (Plane Warts). Kutil datar lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Bentuknya halus, datar, berwarna kekuningan, kecoklatan, atau menyesuaikan warna kulit. Biasanya muncul dalam kelompok di wajah, punggung tangan, atau sepanjang bekas garukan dan area mencukur (seperti di sekitar janggut pria atau di kaki wanita yang bercukur). Kutil datar terkadang sulit diobati.
- Kutil Kelamin (Condylomata Acuminata). Ini adalah jenis kutil yang paling sering dikaitkan dengan infeksi menular seksual. Kutil kelamin muncul di area genital dan anal. Pada pria di penis, terutama di bawah kulup yang tidak disunat, atau di urethra. Pada wanita di vulva, vagina, dan serviks. Bentuknya bisa datar dan halus, atau tidak rata seperti kembang kol, berwarna merah muda atau abu-abu. Kutil kelamin biasanya disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11, tipe yang kemung-kinan kecil menyebabkan kanker. Namun, karena sangat menular dan mengganggu, tetap perlu diobati.
- Papilloma di Dalam Tubuh. Virus HPV juga bisa menyerang selaput lendir di dalam tubuh, bukan hanya kulit luar.
- Inverted papilloma. Pertumbuhan di rongga hidung dan sinus. Umumnya jinak, tapi sekitar 5–15% kasus dapat berubah menjadi ganas (kanker).
- Papilloma mulut. Kutil di rongga mulut atau faring (tenggorokan). Gejalanya bisa berupa sakit tenggorokan terus-menerus, nyeri menelan, atau sariawan yang tak kunjung sembuh.
- Papilloma laring. Kutil di pita suara, yang bisa menyebabkan suara serak atau gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak (dikenal sebagai recurrent respiratory papillomatosis).
Baca artikel lainnya di Blog Dr. Indra K. Muhtadi
Banyak orang yang terinfeksi HPV tidak merasakan gejala sama sekali. Infeksi bisa hilang dengan sendirinya dalam 1-2 tahun berkat sistem imun tubuh. Namun, jika infeksi menetap dan menyebabkan pertumbuhan jaringan, gejala barulah muncul, tergantung pada lokasi pertumbuhannya :
- Kutil kulit biasa: Benjolan kecil dengan permukaan kasar, mungkin terasa gatal atau berdarah jika tergores atau tertekan.
- Kutil di telapak kaki: Nyeri saat berdiri atau berjalan, terasa seperti ada batu kecil di dalam sepatu.
- Kutil kelamin: Bintil kecil, lembut, basah, berwarna merah muda atau abu-abu di area genital; bisa terasa panas atau gatal. Kadang tumbuh berkelompok seperti kembang kol mini.
- Kutil di dalam hidung/mulut: Hidung berdarah, hidung tersumbat, nyeri wajah, atau penciuman menurun.
Papilloma/Kutil dan Kanker
Papilloma dapat menjadi kanker tergantung jenis virus HPV penyebabnya. HPV dibagi menjadi dua kategori utama:
- HPV Risiko Rendah (Low-Risk HPV): Tipe 6 dan 11 adalah yang paling umum. Virus ini menyebabkan kutil kelamin dan kutil kulit biasa, dan sangat jarang berubah menjadi kanker.
- HPV Risiko Tinggi (High-Risk HPV): Tipe 16, 18, 52, dan 58 adalah yang paling berbahaya. Infeksi persisten oleh tipe ini dapat menyebabkan perubahan sel prakanker dan akhirnya menjadi kanker, seperti kanker serviks (99% kasus terkait HPV), kanker anus (90%), kanker tenggorokan/orofaring (70%), dan kanker penis (63%).
Kutil biasa di kulit (tangan/kaki) dan kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11 tidak berubah menjadi kanker. Namun, seseorang bisa terinfeksi oleh lebih dari satu tipe HPV sekaligus, termasuk tipe risiko tinggi. Itulah mengapa skrining rutin (seperti Pap smear atau tes HPV DNA) sangat penting, terutama bagi wanita. Di Indonesia, sebuah studi terhadap 12 pasien pria dengan kutil anogenital di Surabaya menemukan bahwa 58% terinfeksi HPV risiko rendah, sementara 42% terinfeksi HPV risiko tinggi (atau kombinasi risiko rendah dan tinggi). Ini menunjukkan bahwa meskipun kutil kelamin sering disebabkan oleh HPV risiko rendah, keberadaan HPV risiko tinggi juga tidak boleh diabaikan, terutama karena infeksi HPV risiko tinggi pada pria dapat berkembang menjadi kanker penis atau anus.
Cara Penularan HPV: Satu Virus, Banyak Jalan
Diperlukan kontak yang berkepanjangan atau berulang agar virus dapat menyebar. Itulah sebabnya kutil paling sering menyebar dari satu area tubuh ke area lainnya, atau dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat yang berulang. Namun HPV memiliki banyak jalan penularannya:
- Kontak kulit langsung. Menyentuh kutil orang lain atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi (misalnya handuk, lantai kolam renang, dll.) dapat menyebarkan virus, terutama jika ada luka kecil di kulit.
- Kontak seksual. Kutil kelamin menyebar melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi. Penularan bisa terjadi bahkan jika kutil tidak terlihat, karena virus bisa berada di kulit yang tampak normal.
- Autoinokulasi (menyebar ke diri sendiri). Menggaruk atau menggosok kutil bisa menyebarkan virus ke area kulit lain yang sehat.
- Dari ibu ke bayi. Ibu hamil yang terinfeksi HPV dapat menularkan virus ke bayinya saat persalinan normal, meskipun ini jarang terjadi.
Penanganan Papilloma/Kutil
Kebanyakan kutil tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, karena kutil bisa mengganggu penampilan, menimbulkan rasa sakit, atau menular, banyak orang memilih untuk mengobatinya.
- Perawatan di rumah: Untuk kutil biasa di kulit (tangan/kaki), beberapa produk over-the-counter (jual bebas) mengandung asam salisilat yang bisa digunakan di rumah, asalkan petunjuk penggunaan diikuti dengan hati-hati agar kulit tidak terbakar. Namun perlu diketahui bahwa menghilangkan kutil secara fisik tidak menghilangkan virus HPV di dalam tubuh. Virus bisa tetap ada pada kulit normal dan kutil bisa kambuh lagi di kemudian hari. Karena itulah, menjaga daya tahan tubuh dan melakukan vaksinasi adalah langkah pencegahan yang lebih penting.
- Perawatan oleh dokter. Dokter memiliki beberapa metode untuk menghilangkan kutil, tergantung jenis, lokasi, dan ukurannya. Dokter bisa menggunakan bahan kimia, bedah konvensional, bedah listrik (elektrokauter) krioterapi (pembekuan), atau bedah laser.
- Obat oles (topikal). Untuk kutil kelamin, dokter sering meresepkan krim atau salep yang dioleskan langsung ke kutil, seperti obat berbahan aktif imiquimod, podofilotoksin atau podofilin, dan sinecatechins.
Vaksin HPV Merupakan Perlindungan Terbaik
Vaksin HPV tersedia dan sangat efektif untuk mencegah infeksi oleh tipe HPV yang paling umum dan berbahaya. Vaksin terbaru (nonvalent) melindungi dari 9 tipe HPV, termasuk tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58. Vaksin generasi terbaru sangat penting untuk Indonesia karena tipe HPV 52 dan 58 merupakan paling sering ditemukan di Indonesia ternyata tidak tercakup dalam vaksin yang lama. Dengan vaksin nonvalent, perlindungan menjadi lebih optimal. Vaksin HPV tidak hanya mencegah kutil kelamin, tetapi juga mencegah kanker serviks, vagina, vulva, anus, penis, dan tenggorokan yang disebabkan oleh HPV.
Penutup
Papilloma atau kutil adalah contoh nyata satu virus (HPV) bisa memiliki banyak rupa. Memahami tipenya adalah kunci. Tidak panik, tapi juga tidak abai. Kabar baiknya, vaksin HPV efektif melindungi dari tipe berbahaya. Dengan pengetahuan dan tindakan bijak, kita bisa mengenali dan mengelola "wajah-wajah" HPV ini.
©IKM 2026-09
Follow Dr. Indra on Instagram
RSS Feed