Picture
Pendahuluan
Banyak alasan orang ketika perlu berkunjung ke dokter. Sebagian besar bila sudah ada keluhan. Sebagian lagi harus ke dokter karena memiliki penyakit yang mengharuskannya kontrol teratur. Jarang sekali yang berkunjung ke dokter ketika sehat atau sebelum terkena suatu penyakit. Sebenarnya ini merupakan paradigma yang harus dirubah, sudah saatnya kini kita mempraktekkan preventive care atau usaha pencegahan dengan berkunjung ke dokter serta memeriksa rutin di laboratorium tentang kondisi kesehatan kita sebelum kita sakit. Tes laboratorium yang harus dijalani lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang sebenarnya tergantung dari umur, jenis kelamin, tingkat kesehatan, dan faktor resiko yang mungkin ada pada seseorang.
 
Fakta Tentang Medical Checkup & Screening
  • Faktor biaya ternyata bukan yang utama untuk membuat seseorang enggan memeriksakan kesehatannya. Pengalaman membuktikan bahwa ada hal-hal lain yang membuat seseorang sampai tidak pernah sama sekali melakukan medical checkup & screening.
  • Hal-hal lain tersebut adalah:
  1. Takut ketahuan bahwa dirinya memiliki penyakit
  2. Takut stres dalam terapi mengobati penyakit
  3. Takut terhadap jarum suntik.
  • Kepatuhan seseorang untuk melakukan medical checkup & screening secara reguler lebih tinggi pada mereka yang sudah terdiagnosis penyakit sebelumnya, atau memiliki riwayat dalam keluarga memiliki penyakit tertentu.

Preventive Care
Tujuan utama dari preventive care adalah mengeliminasi kemungkinan harus menjalani hidup dengan keluhan akibat penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Sejauh ini telah diteliti, setidaknya ada 70 jenis penyakit penyebab kematian yang dapat dicegah dengan preventive care.
Ada 3 level dari preventive care:
  1. Primer. Mencegah penyakit pada orang-orang kelompok resiko tinggi. Contohnya dengan vaksinasi.
  2. Sekunder. Mengidentifikasi adanya faktor resiko terhadap penyakit tertentu. Contohnya darah tinggi, DM, kanker, dll.
  3. Tersier. Proses mengoptimalkan kesehatan yang bersangkutan saat penyakitnya memang sudah ada. Contohnya mencegah serangan jantung pada pasien sakit jantung.
 
Tujuan Melakukan Medical Checkup
  1. Sebagai usaha preventif primer.
  2. Untuk mengidentifikasi adanya faktor resiko untuk penyakit-penyakit kronis.
  3. Untuk mendeteksi penyakit yang tidak bergejala (preventif sekunder).
  4. Cara bagi dokter agar yang bersangkutan menjalani gaya hidup yang sehat.
  5. Sebagai follow up dari suatu kelainan atau penyakit yang sudah diderita.
 
Screening Test
Screening test adalah cara untuk menemukan penyakit pada orang yang belum mengeluhkan suatu kondisi atau yang belum menunjukkan tanda dan gejala, dengan tujuan agar dapat menangani kondisi medis sejak dini sehingga hasil menjadi optimal. Akhirnya yang bersangkutan dapat hidup lebih sehat dan lebih panjang. Walau pun tidak ada yang bisa mengatakan suatu metoda screening test akan akurat 100%, tapi setidaknya dapat memberikan suatu warning system bagi mereka yang melakukannya. Tidak semua screening test sebenarnya dibutuhkan oleh setiap orang karena akan sangat tergantung terhadap faktor resiko dan riwayat penyakit terlebih dahulu. Jadi senantiasa konsultasikan kepada dokter sebelum memutuskan apa yang akan dijalankan agar senantiasa efektif dan efisien. Penyakit atau kondisi medis yang biasa dilakukan screening test adalah seperti penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit metabolisme seperti cholesterol tinggi, kencing manis, dan tekanan darah tinggi; terutama bagi mereka yang terpapar asap rokok.

Baca artkel lain di Blog Dr. Indra K. Muhtadi

Cancer Screening
Salah satu manfaat dari screening adalah untuk mendeteksi kanker sejak stadium awal. Walaupun screening tidak dapat mencegah suatu kejadian kanker, tapi diagnosis dapat ditegakkan saat kondisi kanker belum terlalu berbahaya sehingga lebih besar kemungkinannya untuk disembuhkan. Beberapa kanker yang dapat terdeteksi secara dini dengan screening adalah sbb.:
  1. Kanker paru-paru dengan pemeriksaan Foto Rontgen.
  2. Pap smear untuk mendeteksi kanker leher rahim.
  3. Mammography untuk mendeteksi kanker payudara. Khusus untuk kanker payudara para wanita bisa melakukan screening secara mandiri dengan SADARI (memerikSA payuDAra sendiRI). Baca dalam artikel lain untuk informasi lebih dalam.
  4. Pemeriksaan colorectal bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker colorectal. Pemeriksaan mulai dari pemeriksaan feses sampai colonoscopy.
  5. Biopsi kulit pada tahi lalat atau bagian hitam lain di kulit untuk mendeteksi kanker kulit.
  6. Kanker prostat, yang sampai saat ini metoda dan keutamaan screening-nya masih diperdebatkan oleh kelompok ahli. Yang diperiksa biasanya darah untuk mendeteksi PSA, suatu tumor marker spesifik untuk kanker prostat.
 
Tipikal Medical Checkup
Dulu, beberapa organisasi ahli kedokteran di dunia merekomendasikan medical checkup rutin dilakukan sekali dalam setahun. Kini yang disarankan untuk melakukannya rutin sekali setahun hanya yang memiliki penyakit dan rutin mengkonsumsi obat saja. Bagi yang masih normal, dibagi berdasarkan usia, dimana usia 18-40 tahun bisa dilakukan 5 tahun sekali, sementara usia di atas 40 tahun dilakukan 2 atau 3 tahun sekali. Yang diperiksa adalah sbb.:

1. Riwayat kesehatan yang dimiliki.
  • Riwayat penyakit dalam keluarga
  • Penyakit yang pernah diderita
  • Tes-tes yang pernah dijalani sebelumnya
  • Kebiasaan gaya hidup seperti diet, pola olahraga, istirahat, stress, masalah seksual, rokok, alkohol, pola buang air, dll.
2. Pemeriksaan fisik
  • Tergantung dari usia, faktor resiko dan anamnesis yang ada
3. Pemeriksaan laboratorium
  • Dibagi berdasarkan kelompok umur, seperti di bawah ini.
 
Medical Checkup Menurut Kelompok Umur

1. Kelompok umur 18-39 tahun
 2. Kelompok umur 40-64 tahun
  • Tinggi vs. berat badan
  • Tekanan darah
  • Darah lengkap, profil lemak, asam urat, gula darah, fungsi liver
  • Urinalisa, fungsi ginjal
  • EKG, Echocardiography (bila diperlukan)
  • Thorax Foto
  • Kelompok risti: STD screening
  • Wanita: pap smear.
  • Wanita: mammogram (40-49: optional, 50-64: setiap tahun)
  • Tumor marker lainnya (paling kurang 1x seumur hidup)

 3. Kelompok umur > 65 tahun
  • Tinggi vs. berat badan
  • Tekanan darah
  • Tes pendengaran dan penglihatan
  • Darah lengkap, profil lemak, asam urat, gula darah, fungsi liver
  • Urinalisa, fungsi ginjal
  • Ca, Na, K, Phosphor
  • EKG, Echocardiography (bila diperlukan)
  • Thorax Foto, Trans Cranial doppler
  • Kelompok risti: STD screening
  • Wanita: mammogram sd. 75 tahun
  • Colon cancer screening
  • Tumor marker lainnya
 
Penutup
Pemeriksaan di atas, bisa saja dimodifikasi oleh dokter sesuai dengan kebutuhan dan kondisi spesifik pasien.  Walau pun bisa disamaratakan, akan tetapi keputusan dokter tetap yang akan digunakan sebagai panduan untuk melakukan medical checkup dan screening. Lebih penting dari semuanya sekali lagi adalah pencegahan. Jangan biarkan setiap detik berlalu percuma, karena sesungguhnya setiap detik tersebut adalah waktu yang Anda bisa gunakan untuk merubah hidup Anda agar menjadi lebih sehat atau bahkan dapat terhindar dari suatu penyakit berbahaya.

IKM 2016-04



Leave a Reply.