Dr. Indra K. Muhtadi - "dokter plus"
  • Home
    • My Curriculum Vitae
    • Dr. Indra on Media
  • What's New
  • Health & Wellness Influencer & Motivator
    • Retirement Preparation from Health Point of View
    • Stres untuk Hebat
    • Health Topic Seminars
    • The Secret of Healthy Life Style
    • Company Health Management
    • Stop Smoking Course
    • Quality Service Excellent
    • Change Leadership Training and Self Improvement
    • Smile in Assertive Communication
    • Assertive Communication Skills
    • Employee Counseling for Productivity
    • Managerial Skills and Self Leadership Skills
    • Motivation and Job Satisfaction
  • Dr. Indra's Books
    • Book: "SEHAT untuk HEBAT"
    • Book: "STRES untuk HEBAT"
    • Book: "Revolusi Mental"
  • Blog: Medical Articles
    • Blog Index (A to Z)
    • Blog Index (by category)
    • Blog Articles: 2026
    • Blog Articles: 2025
    • Blog Articles: 2024
    • Blog Articles: 2023
    • Blog Articles: 2022
    • Blog Articles: 2021
    • Blog Articles: 2020
    • Blog Articles: 2019
    • Blog Articles: 2018
    • Blog Articles: 2017
    • Blog Articles: 2016
    • Blog Articles: 2015
    • Blog Articles: 2014
    • Blog Articles: 2013
    • Blog Articles: 2012
    • Blog Articles: 2011
    • Blog Articles: 2010
  • Health Consultant (Praktek)
    • Location
    • Adult Vaccination
  • Health Tips Video
  • Health Calculator
    • BMI Calculator
    • Advanced BMI Calculator
    • BMI Calculator for Children
    • Ideal Body Weight Calculator
    • Exercise Calorie Calculator
    • Daily Calorie Calculator
    • Liquid Calorie Calculator
  • Health Pictures
  • My Travel and Other Blog
  • ABN Group
  • References & Partners
  • Contact Me

Topik ke-499: Obat Generik vs. Paten dan Bermerek

26/4/2024

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Pertanyaan pemilihan antara obat generik dan obat paten sepertinya sampai kapanpun tidak akan pernah berhenti dan hilang. Merupakan pertanyaan yang mungkin paling sering ditanya pasien kepada dokter selain pertanyaan tentang penyakitnya sendiri. Karena akan selalu tetap ada keraguan dalam memilih antara obat generik yang murah vs. obat paten yang mahal, yang akan selalu membanding-kan kemampuan kedua jenis obat. Padahal antara obat generik dan paten, keduanya tetap harus mendapatkan izin edar yang berarti sudah dipenuhi kriteria keamanan dan efektif dari segi fungsi tujuan terapinya. Perbedaan yang ada antara obat generik dan paten seperti yang dibahas dalam artikel ini, tidak merubah keamanan dan efektifitas obat generik tersebut.

Penggunaan Istilah Obat Paten
Kata “paten” dalam Bahasa Indonesia memberi predikat pada suatu benda menjadi superlatif atau hebat. Sehingga penggunaan istilah paten untuk obat non generik seperti yang lazim disebutkan di Indonesia menjadi kurang pas. Lalu tidak semua obat bermerek itu masih memegang patennya (patented). Justru kalau sudah ada versi generik, berarti paten dari satu obat baru itu sudah habis (baca di bawah). Sehingga akan lebih pas bila mengadaptasi sebutan yang juga dari Bahasa Inggris yaitu “branded drugs” atau “obat bermerek”. Sehingga tidak terlalu memberikan predikat superlatif pada obat bermerek, dibandingkan bila menggunakan istilah “obat paten,” juga lebih tepat dari penamaan karena memang sudah tidak ada patennya. Maka dalam artikel ini digunakan istilah “obat bermerek”.

Belanja Obat di Negara Maju
Di Negara maju (di sini datanya dari AS), sebagian besar masyarakatnya mengeluh terhadap mahalnya harga obat. Pada tahun 2021, orang AS membelanjakan sekitar 450 milyar dolar atau ekuivalen dengan 9.760 triliun rupiah untuk obat. Tidak semuanya dari biaya itu ter-cover oleh asuransi kesehatan di sana. Walaupun 90% dari resep di AS adalah obat generik, tapi 74% dari total belanja obat tersebut adalah untuk membeli obat bermerek. Sayangnya data di Indonesia tidak tersedia sedetil ini, namun mungkin persentasenya tidak akan jauh berbeda.
 
Obat Generik
Obat generik sebenarnya merupakan salinan atau copy dari obat original brand atau merek asalnya, yang memiliki kandungan aktif yang sama. Dari sisi harga, obat generik rata-rata 85% lebih murah dari obat bermerek yang di-copy-nya. Obat generik boleh diproduksi atau perusahaan boleh meng-copy obat bermerek (baca di bawah), setelah izin paten dari obat bermerek sudah habis. Untuk masuk ke pasar, walaupun obat generik harus memiliki kualitas, keamanan, dan efektivitas yang sama dengan obat yang di­-copy-nya, namun proses perizinannya lebih singkat, karena tidak harus menjalani penelitian dan uji klinis kembali. Sehingga membuat biaya awal obat generik lebih murah. Negara produsen terbesar active pharmaceutical ingredients (API) atau bisa disebut sebagai produsen kandungan obat generik adalah China dan India.
 
Obat Paten dan Obat Bermerek
Pada awalnya suatu obat bermerek merupakan obat yang memiliki paten (patented). Diberikan paten untuk melindu-ngi dari ditiru pihak lain dan tidak dibuat versi generiknya. Karena biaya yang dikeluarkan untuk membuat obat baru itu sangat mahal untuk menjalani penelitian dan berbagai uji klinis. Proses tersebut dapat memakan waktu tahunan dengan tujuan meyakinkan obat baru itu aman dan efektif untuk tujuan terapi ia diciptakan. Lama paten akan tergan-tung dari lama dan biaya penelitian yang dikeluarkan. Pihak produsen dapat menetapkan harga relatif bebas untuk obat barunya tersebut. Selama patennya masih berlaku, maka belum diizinkan perusahaan lain meng-copy obat bermerek yang baru ini, sehingga belum ada versi generiknya.
 
Keamanan Obat Generik
Yang juga sering menjadi pertanyaan tentang obat generik adalah keamanannya. Karena selalu ada keraguan, apa lagi di Indonesia dengan kesalahan kaprah penggunaan istilah “obat paten” untuk obat bermerek, sehingga obat generik dianggap tidak/kurang paten dan tidak/kurang aman. Nyatanya obat generik harus memiliki standar kualitas yang sama dengan obat bermerek saat diberikan izin oleh BPOM (di Indonesia) yang mengikuti standar perizinan FDA di AS. FDA di AS tidak hanya memonitor keamanan obat di AS, saja. Mereka juga menginspeksi  300 lebih pabrikan obat di seluruh dunia yang menjual produk mereka ke AS.
 
Dalam inspeksi itu obat generik harus dapat membuktikan:
  • Bioequivalent, atau berfungsi dan memiliki manfaat yang sama dengan versi obat bermereknya.
  • Memiliki standar kualitas, kekuatan, dan kemurnian yang sama dengan obat bermerek.
  • Memiliki cara penggunaan yang sama dari segi dosis, cara penggunaan (route of administration).
  • Sudah menyiapkan skenario recall, bila ditemukan masalah kualitas dan keamanan dari satu obat. Karena pabrikan harus menarik seluruh produk mereka yang sudah terdistribusikan di pasar sampai end-users.

Baca artikel lainnya di Blog Dr. Indra K. Muhtadi
Picture
Perbedaan Obat Generik dan Obat Bermerek
Jadi apakah ada perbedaannya? Tentu saja ada perbedaan-nya, tapi perbedaan antara obat generik dan obat bermerek tidak sampai mempengaruhi fungsi dan manfaatnya terha-dap terapi. Biasanya ada 3 hal yang membedakannya, hal yang ada pada obat bermerek, namun berbeda kualitas pada versi generiknya; yaitu fillers, binders, dan flavors.
  1. Fillers. Merupakan pengisi yang bersifat sebagai zat inert (tidak bereaksi) dengan zat lain. Fungsinya untuk menjadikan obat bermassa, karena zat aktif obat bisa jadi amat sangat kecil dalam ukuran milligram, bahkan mikrogram. Sehingga dengan diberikan fillers obat lebih mudah untuk diproduksi, dikemas, dibawa, dan diminum. Juga berfungsi agar ukuran dan bentuk obat lebih konsisten. Yang biasa dijadikan fillers adalah laktosa, microcrystalline, cellulose, dan starch (tepung).
  2. Binders. Berfungsi seperti lem untuk menjaga keutuhan campuran zat di dalam sebuah obat, agar obat tidak mudah pecah atau rontok. Terutama untuk obat tablet yang dibuat dengan cara memampatkan campuran tepung menjadi bentuk solid. Binders contohnya acacia, povidone, dan tepung.
  3. Flavors. Atau perasa yang berfungsi memberikan rasa pada obat, terutama obat untuk anak-anak agar membuat obat berasa lebih enak dan lebih mudah diminum. Banyak zat aktif obat rasanya pahit bahkan sangat pahit sehingga pemberian rasa dapat membantu obat lebih enak untuk diminum. Rasa yang sering digunakan adalah cherry, anggur, dan jeruk.
 
Sudah tentu obat generik akan menggunakan fillers, binders, dan bahan perasa yang lebih ekonomis. Artinya karena lebih ekonomis kemampuan zat tambahan sebagai fillers dan binders tidak sebaik pada obat bermerek. Obat generik mungkin bentuknya lebih standar dan lebih mudah menjadi pecah terutama bila dibelah. Dari segi rasa, obat generik tidak selezat atau tidak sebanyak ragam pilihan rasa seperti obat bermerek. Rasa obat generik cendrung monoton dan terkadang tidak terlalu bisa menyamarkan atau menghilangkan rasa kurang enak dari zat aktif obat.
 
Obat Bermerek Lebih Mahal
Setelah paten habis, obat bermerek juga tetap lebih mahal dibandingkan obat generik, karena obat bermerek:
  • Menggunakan binders, fillers, dan flavor yang terbaik.
  • Diberikan kemasan lebih menarik yang lebih mahal.
  • Ada biaya pendaftaran merek untuk melindunginya dari ditiru orang lain.
  • Bila merupakan obat OTC (over the counter) atau obat bebas, sudah pasti akan diiklankan dengan biaya yang tidak kecil.
  • Bila merupakan obat resep, ada biaya marketing untuk memperkenalkannya kepada dokter.
  • Membuatnya ada biaya kompetisi antara pabrikan satu dengan yang lainnya dalam memasarkan satu jenis obat dengan kandungan atau zat aktif yang sama.
 
Keraguan Umum Terhadap Obat Generik
Keraguan terhadap obat generik terjadi di semua negara, walaupun kecendrungannya di Indonesia lebih tinggi. Apa lagi bila sudah terlebih dahulu memakai obat bermerek, maka keraguan itu akan bertambah besar. Bukan hanya pada pasien, bahkan tenaga medis dan dokter pun tidak sedikit yang meragukan obat generik. Keraguan ini biasanya dilatarbelakangi oleh kekhawatiran bahwa obat generik akan memperparah gejala atau kondisi, menimbulkan efek samping, kurang efektifitasnya, tidak aman, serta khawatir kualitasnya kurang bagus. Karenanya tidak ada yang mengatur kapan obat generik itu harus digunakan atau kapan tidak boleh digunakan. Seluruhnya tergantung kepada keputusan dokter dan pasiennya.
 
Klaim Obat Bermerek Lebih Baik
Karena adanya keraguan tadi, maka tidak jarang didengar kesaksian atau klaim bahwa obat bermerek lebih baik. Jangankan dibandingkan dengan obat generik, bahkan sesama obat bermerek dari 2 merek yang berbeda saja, bila sudah ada campur tangan “keyakinan”, maka timbul yang namanya sugesti sehingga cendrung untuk lebih memilih merek tertentu, atau memilih obat bermerek dibanding obat generik. Karena dalam filosofi pengobatan, keyakinan terhadap suatu terapi sangat memegang peranan penting pada keberhasilan terapi dan kesembuhan penyakit.
 
Saat Obat Generik Lebih Baik
Terlepas dari kekhawatiran, keyakinan, dan sugesti itu, tetap saja ada kalanya memilih obat generik menjadi lebih baik dan merupakan pilihan yang bijaksana. Alasan utama sudah tentu adalah biaya, karena obat generik lebih murah. Bahkan di AS pun, 79% responden suatu survei mengatakan harga obat paten di sana sudah sangat mahal. Saat ada kekhawatiran lain muncul yaitu mahalnya pengobatan menggunakan obat bermerek, maka keyakinan terhadap obat generik dan sugesti mulai bergeser sehingga obat generik bisa menjadi pilihan utama dalam terapi. Kecuali kalau memang versi generiknya belum ada, seperti uraian di atas yaitu ketika masih merupakan obat baru yang masih ada hak patennya. Banyak asuransi kesehatan, termasuk di Indonesia hanya meng-cover obat generik bila masih ada versi generiknya, termasuk BPJS Kesehatan.
 
Saat Obat Bermerek Lebih Baik
Sebaliknya, ada kalanya memilih obat bermerek lebih baik, yaitu ketika:
  • Dokter akan memberikan obat yang belum ada versi generiknya.
  • Dalam kasus yang jarang, dapat muncul reaksi alergi terhadap fillers, binders, atau flavors yang ada pada obat generik.
  • Dokter memberikan jenis obat dengan narrow therapeutic index (NTI) – efek terapi yang rendah.
  • Ada lebih dari satu zat aktif dalam satu obat contohnya obat batuk pilek, sehingga cukup meminum satu obat bermerek saja. Karena pada versi generiknya harus minum beberapa obat, sejumlah zat aktifnya.
 
Bentuk dan Penamaan Obat Generik vs. Bermerek
Antara obat bermerek dan obat versi generiknya, tidak akan terlihat sama. Dari kemasan sudah pasti berbeda, bahkan obat generik sering tidak diberikan kemasan, hanya berupa tablet atau kapsul lepasan. Dalam hal penamaan obat generik akan menggunakan nama zat aktifnya, sementara obat paten akan menggunakan berbagai ragam nama yang dibuat menarik dan lebih mudah diingat. Nama ini didaftar-kan pada departemen perdagangan untuk dilindungi digu-nakan oleh produsen lain. Satu hal yang harus dimengerti, obat generik bukan obat bebas, bila termasuk dalam daftar obat yang harus menggunakan resep dokter. Jangan dibeli secara bebas, karena harus dalam pemantauan dokter.

©IKM 204-04
0 Comments



Leave a Reply.

    Home >> Medical Articles >> 2024

    Medical Articles 2024

    Picture
    Lihat daftar artikel lainnya, click pada gambar

    Picture
    Maknai stres, untuk membuat hidup menjadi lebih hebat. Baca di sini.

    Bila Anda suka dengan blog ini, silakan "like" artikelnya di bagian bawah setiap artikel dan silakan menikmati artikel lainnya pada blog tahun 2023. Click di sini.

    Picture

    Author

    Dr. Indra K. Muhtadi adalah seorang Health Influencer dan konsultan pada berbagai professional training di Indonesia.

    Sebagai dokter, ia sangat piawai memberikan konsultasi kesehatan dengan bahasa ringan sehingga membuat masalah medis menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami.

    Click di sini untuk berkonsultasi dengan Dr. Indra

    These Blogs are written in Bahasa Indonesia. I hope these blogs can help those who search the information about the topic discussed in the radio.  Feel free to give comments and if you need an English version of the content from these blogs, please don't hesitate to contact me.

    Instagram Follow Dr. Indra on Instagram
    Follow @indrakm

    Archives

    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024

    Categories

    All
    Batu Calcium Oxalate & Diet T Kita
    Begadang Membunuhmu
    Bercak Putih Di Kulit Tapi Bukan Panu
    Blue Light (Sinar Biru)
    Diabetes Hacks
    Fatty Liver & Kematian Mendadak
    Henti Nafas Saat Tidur (Sleep Apnea)
    Hipertensi Dlm Kehamilan-Preeklamsia-Eklamsia
    Hipertensi & Stres Pada Usia Muda
    Jangan Takut Dengan Karbohidrat
    Kanker Tulang
    Kematian Mendadak Akibat Jantung (Sudden Cardiac Death)
    Ketidakpastian Ekonomi & Kesehtan Mental
    Kolesterol Dan Diet Kita
    Komedo (Comedones)
    Krisis Identitas Pada Dewasa & Remaja
    Kritis Menyikapi Hoax Kesehatan
    Lagi Stres
    Lawan Peradangan Dengan Rempah-Rempah
    Makan Aja (Eat To Beat Stress)
    Melewatkan Waktu Makan (Skipping Meals)
    Mencegah Penyakit Jantung Dengan Rutin Checkup
    Mengigau & Berjalan Saat Tidur (Parasomnia)
    Mitos Multitasking
    Obat Generik Vs. Paten & Bermerek
    Pengawet Makanan (Food Preservatives)
    Pilihan Anda
    Plak & Karang Gigi
    Polip Hidung (Nasal Polyp)
    Preventive Medicine: Hidup Anda
    Puasa Sehat Bebas Hipertensi
    Rasa Cemas & Over Thinking
    Schizophrenia (Sakit Jiwa)
    Sikap Masa Bodoh Dengan Kesehatan
    Susu Sapi Vs. Susu Ikan


    Saya tidak mencantumkan rujukan atau sumber dari artikel yang saya tulis, karena akan menambah panjang body dari posting-an blog-nya.
    Bila ada yang memerlukan silakan hubungi saya di contac me. Saya dengan senang hati akan menginfokannya.


    Disclaimer
    All data and statements in all articles in these blogs on this website were true at the time of writing. Some update may be required.

    The Content is not intended to be a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment. Always seek the advice of your physician or other qualified health provider with any questions you may have regarding a medical condition.

    Picture
    Terima kasih untuk mendukung usaha saya dan berbagi informasi
    Thank you for supporting my effort and sharing my knowledge


    Picture

    Info graphic
    of the week

    Picture
    Preventive Medicine - Your Life, Your Choice!

    Navigation:
    Back to Blog Main Page
    Back to Blog Index

Proudly powered by Weebly