Dr. Indra K. Muhtadi - "dokter plus"
  • Home
    • My Curriculum Vitae
    • Dr. Indra on Media
  • What's New
  • Health & Wellness Influencer & Motivator
    • Retirement Preparation from Health Point of View
    • Stres untuk Hebat
    • Health Topic Seminars
    • The Secret of Healthy Life Style
    • Company Health Management
    • Stop Smoking Course
    • Quality Service Excellent
    • Change Leadership Training and Self Improvement
    • Smile in Assertive Communication
    • Assertive Communication Skills
    • Employee Counseling for Productivity
    • Managerial Skills and Self Leadership Skills
    • Motivation and Job Satisfaction
  • Dr. Indra's Books
    • Book: "SEHAT untuk HEBAT"
    • Book: "STRES untuk HEBAT"
    • Book: "Revolusi Mental"
  • Blog: Medical Articles
    • Blog Index (A to Z)
    • Blog Index (by category)
    • Blog Articles: 2025
    • Blog Articles: 2024
    • Blog Articles: 2023
    • Blog Articles: 2022
    • Blog Articles: 2021
    • Blog Articles: 2020
    • Blog Articles: 2019
    • Blog Articles: 2018
    • Blog Articles: 2017
    • Blog Articles: 2016
    • Blog Articles: 2015
    • Blog Articles: 2014
    • Blog Articles: 2013
    • Blog Articles: 2012
    • Blog Articles: 2011
    • Blog Articles: 2010
  • Health Consultant (Praktek)
    • Location
    • Adult Vaccination
  • Health Tips Video
  • Health Calculator
    • BMI Calculator
    • Advanced BMI Calculator
    • BMI Calculator for Children
    • Ideal Body Weight Calculator
    • Exercise Calorie Calculator
    • Daily Calorie Calculator
    • Liquid Calorie Calculator
  • Health Pictures
  • My Travel and Other Blog
  • ABN Group
  • References & Partners
  • Contact Me

Topik ke-494: Sikap Masa Bodoh dengan Kesehatan

8/3/2024

0 Comments

 
Picture
Pendahuluan
Sangat banyak sekali orang di dunia yang memiliki sikap masa bodoh dengan kesehatan, termasuk di Indonesia. Jangankan dengan kesehatan lingkungan, kesehatan kelu-arga dan diri pun banyak yang masih bersikap masa bodoh, cuek, atau tidak peduli. Masih sangat banyak yang merasa bila dirinya tidak memiliki keluhan berarti semua baik-baik saja. Atau bahkan ketika sudah ada keluhan mereka cendrung merasa bahwa bukan sesuatu yang harus dikha-watirkan. Sampai semuanya menjadi sangat terlambat, sudah terlanjur sakit, terlanjur menimbulkan komplikasi, dan terlanjur susah untuk ditangani oleh dunia medis. Unik-nya saat sudah terlambat dan terlanjur, barulah mencari pertolongan medis dan berharap ada keajaiban dirinya tiba-tiba bisa sembuh dan sehat seperti sebelumnya.

Fakta Tentang Sikap Masa Bodoh dengan Kesehatan
Karena sikap masa bodoh terhadap kesehatan atau nonchalant behavior toward health ini ternyata sudah banyak membuat kerugian seperti berikut:
  • Menyebabkan 200 ribu kematian usia dini di Eropa.
  • Penderita kencing manis dan hipertensi yang cuek dengan kondisinya, angka kematiannya naik 2x lipat.
  • Angka rawat inap untuk kasus medis yang seharusnya dapat dicegah berkisar antara 33-69% di dunia.
  • Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui asuransi kesehatan sangat besar untuk kasus medis yang seharusnya dapat dicegah: Di Eropa €1,25 milyar, di AS US$290 milyar, di Australia AU$7 milyar.
Memang angka statistik di Indonesia tidak pernah ada, tapi sepertinya tidak akan jauh berbeda kondisinya.

Hypochondriac vs. Nonchalant Behavior
Terlalu khawatir dengan kesehatan atau hypochondriasis juga tidak baik dan juga dapat menghabiskan biaya peme-riksaan medis yang tidak perlu. Tapi ternyata sikap cuek dengan kesehatan ini malah mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. Karena orang dengan sikap nonchalant dengan kesehatan ini sampai tidak peduli sama sekali dengan kese-hatannya bahkan saat potensi masalah atau buktinya sudah ada di depan mata. Bahkan terkadang mereka malah bisa bersikap stoic atau menahan rasa sakit yang muncul. Sam-pai menolak untuk mengakui (in denial) bahwa dia sedang menderita penyakit. Memang ada orang yang memiliki toleransi tinggi terhadap rasa sakit. Namun antara mampu menahan rasa sakit dengan mengakui bahwa ada rasa sakit pada tubuhya merupakan 2 hal yang sangat berbeda.
 
Menolak Saran Medis
Ciri khas orang yang masa bodoh ini adalah sering bahkan selalu mengabaikan suatu saran medis. Mulai dari enggan memeriksakan diri, enggan melakukan medical checkup rutin, menentang dan menolak vaksin termasuk vaksin untuk anak-anaknya, sering tidak meminum obat ketika diresepkan dokter, sampai tidak patuh terhadap rencana terapi yang sudah dianjurkan dokter. Sudah tentu bukannya malah sehat, kondisi medis yang ada pada dirinya malah akan semakin memburuk. Menurut WHO, di Eropa 50% pasien tidak meminum obat seperti yang dianjurkan dokter. Tidak berbeda di AS pun 50% dari 3,2 milyar resep per tahun di sana tidak diminum sesuai anjuran dokter. Sepertiga pasien di Jerman mengaku gagal menuruti saran medis dokternya, bahkan di Prancis 20% pasien tidak menembus resep yang diberikan dokter. Sekali lagi data di Indonesia tidak ada, tapi sepertinya tidak akan jauh berbeda.
 
Merasa Seperti Superman
Rasanya tidak terlalu berlebihan bila mereka yang abai ter-hadap kesehatan ini disebut sebagai orang yang merasa dirinya seperti Superman. Merasa tidak akan kena penyakit dan tidak akan berbahaya bila kebetulan terkena penyakit. Biasanya mereka adalah yang:
  • Tidak pernah peduli dengan apa yang dimakannya, merasa semua makanan selalu baik untuk kesehatan.
  • Sangat malas melakukan olahraga, merasa tanpa olah-raga dirinya akan selalu bugar-bugar saja.
  • Sering begadang, merasa diri tidak membutuhkan isti-rahat dan begadang tidak akan membahayakan dirinya.
  • Tetap melakukan kebiasaan yang sudah jelas berbahaya bagi kesehatan seperti merokok, nge-Vape, minum minuman beralkohol, dll.
  • Menentang dan menolak vaksinasi, bahkan yang gratis.
  • Hidupnya tidak sehat atau sering melakukan tindakan tidak sehat seperti tidak ada rasa bersalah bila membuang sampah sembarangan.
Ketika ada yang mengingatkan atau dinasihati oleh dokter, selalu saja ada alasan untuk menjustifikasi kebiasaannya.
 
Menyalahkan Hasil Pemeriksaan Medis
Ada satu ciri lagi untuk orang yang memiliki nonchalant behavior terhadap kesehatan ini, yaitu ketika mendapatkan suatu hasil pemeriksaan medis akan selalu merasa bahwa hasilnya salah atau alat ukurnya yang salah, seperti:
  • Saat ada angka di luar batas normal pada suatu hasil pemeriksaan lab, tidak ada rasa khawatir dan bahkan menyalahkan hasil atau mencari alasan mengapa angkanya tinggi. Biasanya mengatakan, bahwa malam sebelumnya habis makan daging, kurang tidur, dll.
  • Saat diperiksa seperti pemeriksaan tekanan darah dan hasilnya di atas normal, akan mengatakan bahwa alatnya salah dan berani bersumpah bahwa tidak pernah diukur dengan hasil tinggi sebelumnya.

Baca artikel lainnya di Blog Dr. Indra K. Muhtadi
Picture
  • Menyalahkan alat pemeriksaan digital seperti alat pengukur tekanan darah. Bila tidak normal akan mengatakan bahwa alat digital tidak akurat dan lebih akurat menggunakan “cara lama” menggunakan alat ukur analog. Alat pengukur tekanan darah digital selama tidak rusak dan tidak pernah terjatuh, malah seharusnya lebih akurat dibandingkan dengan yang manual. Apa lagi bila pemeriksaan manual dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan tanpa didampingi tenaga medis atau dokter. Boleh jadi ada kesalahan cara pengukuran atau malah alat ukur manual yang digunakan sudah harus ditera ulang/diganti baru.
 
Penyebab Seseorang Masa Bodoh dg Kesehatan
Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab sese-orang memiliki sikap masa bodoh dengan kesehatannya. Penyebab ini bisa tunggal atau kombinasi, seperti di bawah:
  1. Cultural beliefs atau keyakinan turun temurun bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan merupakan takdir. Padahal dalam agama justru kita harus berikhtiar mem-perbaiki nasib sendiri, baru Allah akan merubahnya.
  2. Faktor dan pengaruh sosial yang percaya bahwa kalau diperiksa justru akan ketahuan penyakitnya yang akan menjadi awal menurunnya kesehatan dirinya.
  3. Faktor lingkungan yang gemar melakukan kebiasaan yang berbahaya bagi kesehatan seperti merokok, nge-Vape, minum minuman beralkohol, sering begadang, dll.; lalu menyaksikan bahwa yang melakukan tersebut tidak terkena masalah medis atau suatu penyakit.
  4. Riwayat dalam keluarga yang jarang sakit dan rata-rata hidup berumur panjang, lalu merasa dirinya juga akan bernasib sama; tetap sehat dan berumur panjang.
  5. Rendahnya pengetahuan terhadap kesehatan seperti di Indonesia yang pendidikan di sekolah sangat sedikit sekali mengajarkan tentang penyakit dan cara hidup sehat agar terhindar dari penyakit.
  6. Tingkat pendidikan yang memang rendah, seperti di Indonesia yang 60% orang dewasa hanya tamatan SD.
  7. Memiliki kehidupan yang sangat stres, menjadi terlalu lelah dengan keseharian dalam kehidupannya dapat membuat seseorang tidak begitu peduli dengan kese-hatannya. Malah cendrung menjalankan kebiasaan hidup yang tidak sehat.
  8. Pernah mengalami suatu pengobatan secara medis dan tidak puas dengan hasilnya, sehingga tidak percaya lagi dengan ilmu medis. Biasanya mereka kalau sakit lebih percaya dengan CAM (complementary and alternative medicine) atau pengobatan alternatif yang seringnya menggunakan klaim anecdotal evidence.
  9. Pengalaman menjalani pengobatan medis dengan biaya mahal namun hasil tidak seperti yang diharapkan.
  10. Sudah sangat terbiasa dengan kondisi medis yang dimi-liki namun belum pernah menimbulkan masalah serius.
  11. Memiliki gangguan jiwa kecemasan (anxiety disorder) atau depresi.
 
Masalah Psikologis
Sebenarnya tanpa disadari, mereka yang bersikap masa bodoh dengan kesehatan ini sedang mengalami masalah psi-kologis. Dalam kehidupannya hampir bisa ditemukan juga sikap masa bodoh dengan hal lainnya. Inilah yang dikatakan sebagai sikap denial atau penyangkalan terhadap sesuatu yang pasti benarnya namun disangkal karena hanya akan membuat dirinya tidak nyaman. Ada yang khawatir bila ketahuan sakit akan mengganggu karirnya atau studi-nya, akan dianggap lemah, membuat orang terdekatnya menjadi khawatir, dll. Sikap penyangkalan ini bila dibiarkan sebenarnya dapat menjadi berbahaya karena bila memang pada akhirnya terkena batu menderita sakit parah, hanya akan membuat dirinya menjadi depresi sampai psikosis.
 
Dalam keseharian kita bersikap denial terkadang dibutuh-kan. Contohnya denial bahwa suatu yang lebih buruk akan terjadi, pada kejadian bencana alam misalnya. Hal ini akan dapat membuat kita lebih tegar, lebih yakin dengan diri sendiri untuk bertahan, dan yakin terhadap datangnya per-tolongan Tuhan. Tapi sikap denial terhadap masalah medis justru akan mencetus penyakit dan denial pada penyakit yang sedang diderita justru akan membuat penyakit bertambah parah bahkan dapat mencetus kematian. Contohnya denial hasil pengukuran tekanan darah yang tinggi dari hasil pemeriksaan. Lalu memutuskan tidak konsultasi dengan dokter, tidak minum obat, dan tetap nyaman menjalani kebiasaan hidupnya yang tidak sehat; hanya akan menciptakan bom waktu menunggu tekanan darah semakin tinggi mencetus masalah medis domino.
 
Menikmati Kondisi Sakit
Sebagian orang justru ada yang menikmati kondisi sakit, karena ketika sakit ia mendapatkan apa yang diinginkan, seperti mensabotase kehidupannya sendiri. Hal ini disebut sebagai secondary gain atau keuntungan sampingan. Contohnya seperti mendapatkan perhatian dari orang terdekat yang ketika sehat ia tidak dapatkan. Menjadi punya alasan untuk tidak bekerja atau tidak ke kampus/ke sekolah. Atau malah bila menderita sakit berat jadi punya alasan untuk berhenti bekerja secara permanen lalu mendapatkan manfaat dari asuransi yang dimiliki.
 
Membuat Tenaga Medis Frustrasi
Menghadapi orang atau pasien/keluarga pasien yang memiliki sikap masa bodoh dengan kesehatan ini tidak ja-rang membuat tenaga medis atau dokter menjadi frustrasi. Karena yang bersangkutan susah untuk diberi tahu pen-tingnya minum obat teratur, pemeriksaan medis teratur, pentingnya vaksinasi, atau harus merubah gaya hidup-nya. Lalu saat timbul penyakit atau penyakitnya menjadi lebih parah, biasanya menyalahkan dokter atau metoda pengo-batan yang dijalani sampai menuntut agar dirinya bisa sem-buh seperti sebelumnya. Yang paling sering adalah pada pasien kencing manis yang susah mengatur pola makan atau menurunkan berat badan, pasien hipertensi yang se-ring lupa minum obat, pasien tidak datang kontrol saat obat sudah habis, pasien penyakit paru yang terus merokok, dll.
 
Yang Dilakukan Dokter
Tapi tenaga medis atau dokter tetap harus menghadapi orang seperti ini. Cara yang paling ampuh berdasarkan pengalaman adalah memberikan informasi sebanyak-banyaknya yang disampaikan sesuai dengan tingkat pema-haman dan pendidikan pasien, disampaikan dalam bahasa ringan sehingga masalah medis lebih mudah dipahami. Dokter harus bisa membuat pasien merasa ikut serta membuat keputusan atas rencana pengobatan yang akan ia tempuh. Memberikan contoh dengan cerita, gambar visual, atau klip video juga dapat membantu membuat pasien lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya.

©IKM 204-03
0 Comments



Leave a Reply.

    Home >> Medical Articles >> 2024

    Medical Articles 2024

    Picture
    Lihat daftar artikel lainnya, click pada gambar

    Picture
    Maknai stres, untuk membuat hidup menjadi lebih hebat. Baca di sini.

    Bila Anda suka dengan blog ini, silakan "like" artikelnya di bagian bawah setiap artikel dan silakan menikmati artikel lainnya pada blog tahun 2023. Click di sini.

    Picture

    Author

    Dr. Indra K. Muhtadi adalah seorang Health Influencer dan konsultan pada berbagai professional training di Indonesia.

    Sebagai dokter, ia sangat piawai memberikan konsultasi kesehatan dengan bahasa ringan sehingga membuat masalah medis menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami.

    Click di sini untuk berkonsultasi dengan Dr. Indra

    These Blogs are written in Bahasa Indonesia. I hope these blogs can help those who search the information about the topic discussed in the radio.  Feel free to give comments and if you need an English version of the content from these blogs, please don't hesitate to contact me.

    Instagram Follow Dr. Indra on Instagram
    Follow @indrakm

    Archives

    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024

    Categories

    All
    Batu Calcium Oxalate & Diet T Kita
    Begadang Membunuhmu
    Bercak Putih Di Kulit Tapi Bukan Panu
    Blue Light (Sinar Biru)
    Diabetes Hacks
    Fatty Liver & Kematian Mendadak
    Henti Nafas Saat Tidur (Sleep Apnea)
    Hipertensi Dlm Kehamilan-Preeklamsia-Eklamsia
    Hipertensi & Stres Pada Usia Muda
    Jangan Takut Dengan Karbohidrat
    Kanker Tulang
    Kematian Mendadak Akibat Jantung (Sudden Cardiac Death)
    Ketidakpastian Ekonomi & Kesehtan Mental
    Kolesterol Dan Diet Kita
    Komedo (Comedones)
    Krisis Identitas Pada Dewasa & Remaja
    Kritis Menyikapi Hoax Kesehatan
    Lagi Stres
    Lawan Peradangan Dengan Rempah-Rempah
    Makan Aja (Eat To Beat Stress)
    Melewatkan Waktu Makan (Skipping Meals)
    Mencegah Penyakit Jantung Dengan Rutin Checkup
    Mengigau & Berjalan Saat Tidur (Parasomnia)
    Mitos Multitasking
    Obat Generik Vs. Paten & Bermerek
    Pengawet Makanan (Food Preservatives)
    Pilihan Anda
    Plak & Karang Gigi
    Polip Hidung (Nasal Polyp)
    Preventive Medicine: Hidup Anda
    Puasa Sehat Bebas Hipertensi
    Rasa Cemas & Over Thinking
    Schizophrenia (Sakit Jiwa)
    Sikap Masa Bodoh Dengan Kesehatan
    Susu Sapi Vs. Susu Ikan


    Saya tidak mencantumkan rujukan atau sumber dari artikel yang saya tulis, karena akan menambah panjang body dari posting-an blog-nya.
    Bila ada yang memerlukan silakan hubungi saya di contac me. Saya dengan senang hati akan menginfokannya.


    Disclaimer
    All data and statements in all articles in these blogs on this website were true at the time of writing. Some update may be required.

    The Content is not intended to be a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment. Always seek the advice of your physician or other qualified health provider with any questions you may have regarding a medical condition.

    Picture
    Terima kasih untuk mendukung usaha saya dan berbagi informasi
    Thank you for supporting my effort and sharing my knowledge


    Picture

    Info graphic
    of the week

    Picture
    Preventive Medicine - Your Life, Your Choice!

    Navigation:
    Back to Blog Main Page
    Back to Blog Index

Proudly powered by Weebly